Pakar Wanti-Wanti Bahaya Kelebihan Gula pada Anak, Picu Sindrom Metabolik

Rabu, 28 September 2022 04:32 Reporter : Merdeka
Pakar Wanti-Wanti Bahaya Kelebihan Gula pada Anak, Picu Sindrom Metabolik Ilustrasi gula. ©Pixabay

Merdeka.com - Asupan gula berlebih pada anak bisa memicu risiko sindrom metabolik. Untuk itu, perlu diperhatikan menu makanan dan minuman yang diberikan kepada anak.

Demikian dikatakan dokter spesialis anak lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret dr Noor Anggrainy Retnowati, Sp,A.

Sindrom metabolik yang merupakan gangguan kesehatan secara bersamaan dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan serangan jantung.

"Asupan gula berlebihan meningkatkan risiko sindrom metabolik seperti overweight, gizi lebih, kadar kolesterol jahat dan diabetes tipe dua meningkat di kemudian hari," kata dokter yang akrab disapa Anggra, Selasa (27/9) seperti dikutip Antara.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia itu menjelaskan orang tua harus mengingat bahwa ada banyak jenis gula yang harus diketahui agar asupannya dapat dikendalikan. Selain gula pasir, ada juga fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa alias gula gandum, raw sugar atau gula kristal mentah hingga sukrosa.

Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatrics) mengatur asupan gula untuk anak per hari dibatasi maksimal enam sendok teh atau kurang lebih 24 gram. Penambahan gula pada makanan dan minuman anak berusia di bawah dua tahun pun tidak dianjurkan untuk mengurangi risiko sindrom metabolik ketika anak beranjak besar.

Gula alami juga terkandung dalam buah yang menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Oleh karena itu, orang tua juga patut memperhatikan soal pemberian asupan buah untuk anak agar tidak konsumsi gula anak tidak melebihi batas.

Anggra menjelaskan AAP tidak merekomendasikan pemberian buah dalam bentuk jus untuk anak usia di bawah setahun.

"Anak di bawah setahun lebih baik dikasih langsung, seperti diparut atau digigit bila buahnya lunak."

Jus buah yang dibuat secara murni tanpa tambahan pemanis boleh diberikan kepada anak usia 1-3 tahun dengan batasan kurang dari 100 ml per hari, sementara anak usia 4-6 tahun boleh meminum jus buah sebanyak 110-150 ml per hari, dan anak di atas dua tahun boleh minum jus buah hingga 200 ml per hari.

Di Indonesia, ketentuan batasan asupan gula harian yang dianjurkan telah tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 di mana konsumsi gula pada orang dewasa maksimal 50 gram per hari untuk menghindari risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. [rhm]

Baca juga:
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dikenali dari Gejala yang Muncul
Ciri Sakit Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Penyebabnya
Dokter Ingatkan Bahwa Susu Tidak Bisa Gantikan Makanan Utama pada Anak
Ciri-Ciri Stunting pada Anak yang Patut Dikenali, Ketahui Juga Penyebabnya
Fakta Seputar Kesehatan Anak yang Bikin Orang Tua Salah Kaprah, Jangan Diteruskan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini