Pakai Cara Persuasif, Polisi Gagalkan 1.200 Peserta People Power dari Jatim

Senin, 20 Mei 2019 16:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Pakai Cara Persuasif, Polisi Gagalkan 1.200 Peserta People Power dari Jatim Polri-TNI Buat 4 Konsep Pengamanan Pada Debat Pilpres Keempat. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Polda Jawa Timur menggagalkan keberangkatan 1.200 peserta aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) alias Gerakan People Power 22 Mei 2019 ke Jakarta. Di antara mereka, ada yang dari luar Pulau Jawa tapi berangkat melalui Jawa Timur.

"Dari kemarin siang sampai hari ini, kami sudah gagalkan keberangkatan hampir 1.200 orang (peserta aksi) ke Jakarta," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (20/5).

Penggagalan keberangkatan peserta aksi people power itu dilakukan melalui razia gabungan antara Polda, Polres-Polres jajaran bersama TNI di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Luki menambahkan, bahwa penggagalan keberangkatan massa aksi people power dari berbagai daerah ini dilakukan dengan cara persuasif.

"Aparat berhasil memberikan pemahaman kepada calon massa aksi GNKR tersebut hingga kemudian memahami dan mau kembali ke daerahnya masing-masing," paparnya.

Luki merinci, Minggu (19/5) kemarin, satu bus yang memberangkatkan massa aksi dari Kota Malang. Kemudian masing-masing satu bus di Madiun, Tulungagung, serta Kabupaten Malang.

"Tadi malam juga digagalkan berangkat sekitar 26 orang di Jembatan Suramadu, di Bangkalan, Madura," ucap Luki.

Jenderal polisi bintang dua ini juga mengatakan, selain menggagalkan pemberangkatan massa aksi via jalur darat, pihaknya juga mensweeping pelabuhan-pelabuhan yang di Jawa Timur, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Ketapang, Banyuwangi.

Peserta people power yang disweeping di pelabuhan, berasal dari luar Pulau Jawa yang transit lebih dulu di Surabaya dan Banyuwangi. Selanjutnya ke Jakarta melalui jalur darat.

"Yang di Pelabuhan Banyuwangi dari Sumba, NTT. Mereka lewat Bali, kemudian menyeberang ke Banyuwangi," jelas Luki.

Luki juga menegaskan, bahwa aksi sweeping TNI-Polri ini akan terus dilakukan hingga 21 Mei 2019 besok. "Sampai menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) di Jakarta pada 22 Mei 2019," tandasnya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini