Kakak Beradik di Samarinda Dicabuli Ayah Kandung Sejak tahun 2012

Senin, 6 Mei 2019 05:02 Reporter : Saud Rosadi
Kakak Beradik di Samarinda Dicabuli Ayah Kandung Sejak tahun 2012 Tersangka ayah kandung yang cabuli 2 putrinya. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Paijo (67), transmigran asal Lampung yang tinggal di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, meringkuk di penjara Polsek Palaran. Dia tega mencabuli dua putri kandungnya (sebelumnya ditulis Ayah Tiri), kakak beradik usia 19 dan 16 tahun, sejak 2012 lalu.

"Pelaku kita amankan atas laporan anak kandungnya sendiri, karena sudah tidak tahan dengan perbuatan bapaknya," kata Kapolsek Palaran Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo, ditemui merdeka.com di kantornya, Minggu (5/5).

"Kedua korban adalah kakak adik, anak kandungnya sendiri. Motifnya, karena nafsu yang tidak terkendali," tambah Sigit.

Sigit mengungkapkan istri Paijo mengetahui perbuatan suaminya tersebut. Bahkan Paijo menyuruh istrinya agar dua anaknya tersebut minum pil KB agar tak hamil.

"Pelaku ini menyuruh istrinya minumkan pil KB kepada 2 putrinya, karena khawatir hamil," ungkap Sigit.

Selain diancam, sang istri juga khawatir tidak ada yang menafkahi dia dan 3 anaknya, kalau suaminya di penjara.

"Ketika dia (Paijo) ingin melakukan itu di rumahnya, dia sumpal mulut anaknya dengan kain pakaian, dan ikat kaki tangan dengan kabel setrika. Ya, korban disekap, dan pelaku melakukan itu sampai 3 kali sehari," tambah Sigit.

Tidak ada alasan kuat bagi Paijo, tega melakukan itu kepada kedua putrinya sendiri. Namun demikian, dia membantah melakukannya berulang kali. "Iya, saya melakukan itu. Entah, cuma nge-blank saja pikiran saja. Iya, saya melakukan itu waktu istri saya ke sawah," aku Paijo.

"Memang saya berikan pil KB itu. Tapi saya tidak ada mengikat anak saya pakai tali (kabel seterika). Dan itu, cuma 3 kali saja saya melakukan itu," kilah Paijo, yang kesehariannya sebagai buruh pabrik kayu itu.

Diketahui, 2 perempuan kakak beradik, melapor ke Polsek Palaran, Rabu (1/5) siang lalu, melaporkan perbuatan bapaknya. Sehari kemudian, polisi melakukan visum. Jumat (3/5) malam, Paijo ditangkap, dan dijebloskan ke penjara. Polisi mengamankan barang bukti pakaian korban, dan tali setrika yang digunakan untuk mengikat korban. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini