Otak pembunuhan satu keluarga di Deli Serdang ditembak mati

Senin, 22 Oktober 2018 11:45 Reporter : Yan Muhardiansyah
Otak pembunuhan satu keluarga di Deli Serdang ditembak mati Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Otak pembunuhan terhadap satu keluarga di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut, ditembak mati polisi. Seorang rekannya dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki.

Tersangka yang ditembak mati yakni Agus Hariadi (40). Pria ini merupakan tetangga sebelah rumah korban. Dia diduga sebagai otak pelaku pembunuhan itu.

Sementara rekannya, Rio S alias Yoyo (40), ditembak pada bagian kaki. Warga Kabupaten Batubara ini ditengarai membantu Agus menghabisi Muhajir (49) bersama istrinya Suniati (50) dan putranya M Solihin (12) di rumah mereka Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa.

"Tersangka AH tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara, R kita lumpuhkan di bagian kakinya," kata Kombes Pol Andi Rian Djajadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Senin (22/10).

Sebelumnya, polisi juga lebih dulu menangkap seorang pelaku lain, Dian Saputra (29). Warga Dusun III Gang Rasmi, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, ini membantu mengikat dan turut membuang korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk HP dan mobil Toyota Calya. Kendaraan sewaan ini digunakan untuk membawa dan membuang korban.

Jenazah Agus dikabarkan dalam perjalanan darat menuju RS Bhayangkara Medan. Sementara Rio dibawa ke Medan menggunakan pesawat terbang.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Agus, Rio dan Dian. Namun motif tindak kriminal ini belum diungkapkan dengan pasti.

Para pelaku diduga telah membunuh dan membuang mayat Muhajir, Suniati dan M Solihin. Satu keluarga ini dilaporkan hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10).

Hilangnya Muhajir, Suniati dan Solihin pertama kali diketahui Desy Rahmawati (23), putri sulung pasangan Muhajir dan Suniati yang tinggal di kawasan itu juga. Kamis (11/10), jasad Muhajir (49), ditemukan. Tubuh manajer pabrik kacamata PT Domas Intiglass Perdana, Tanjung Morawa, itu ditemukan warga di aliran Sungai Belumai, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. Ketika itu pun jenazah sudah membusuk, dengan posisi tangan dan kaki terikat tali nilon.

Tiga hari kemudian, Minggu (14/10) sekitar pukul 16.00 Wib, jasad M Solihin (12) ditemukan di tepi aliran Sungai Belumai di Dusun B Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang.

Selasa (16/10) sekitar pukul 10.00 Wib, jasad Suniati ditemukan di perairan Pulau Pandang, Batubara, Sumut. Di lokasi itu juga ditemukan jasad pria tak dikenal.


Otak pembunuhan satu keluarga di Deli Serdang ditembak mati

Otak pembunuhan terhadap satu keluarga di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumut, ditembak mati polisi. Seorang rekannya dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki.

Tersangka yang ditembak mati yakni Agus Hariadi (40). Pria ini merupakan tetangga sebelah rumah korban. Dia diduga sebagai otak pelaku pembunuhan itu.

Sementara rekannya, Rio S alias Yoyo (40), ditembak pada bagian kaki. Warga Kabupaten Batubara ini ditengarai membantu Agus menghabisi Muhajir (49) bersama istrinya Suniati (50) dan putranya M Solihin (12) di rumah mereka Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa.

"Tersangka AH tewas ditembak karena mencoba melawan dan menyerang petugas saat diamankan. Sementara, R kita lumpuhkan di bagian kakinya," kata Kombes Pol Andi Rian Djajadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Senin (22/10).

Sebelumnya, polisi juga lebih dulu menangkap seorang pelaku lain, Dian Saputra (29). Warga Dusun III Gang Rasmi, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, ini membantu mengikat dan turut membuang korban.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk HP dan mobil Toyota Calya. Kendaraan sewaan ini digunakan untuk membawa dan membuang korban.

Jenazah Agus dikabarkan dalam perjalanan darat menuju RS Bhayangkara Medan. Sementara Rio dibawa ke Medan menggunakan pesawat terbang.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Agus, Rio dan Dian. Namun motif tindak kriminal ini belum diungkapkan dengan pasti.

Para pelaku diduga telah membunuh dan membuang mayat Muhajir, Suniati dan M Solihin. Satu keluarga ini dilaporkan hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10).

Hilangnya Muhajir, Suniati dan Solihin pertama kali diketahui Desy Rahmawati (23), putri sulung pasangan Muhajir dan Suniati yang tinggal di kawasan itu juga. Kamis (11/10), jasad Muhajir (49), ditemukan. Tubuh manajer pabrik kacamata PT Domas Intiglass Perdana, Tanjung Morawa, itu ditemukan warga di aliran Sungai Belumai, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. Ketika itu pun jenazah sudah membusuk, dengan posisi tangan dan kaki terikat tali nilon.

Tiga hari kemudian, Minggu (14/10) sekitar pukul 16.00 Wib, jasad M Solihin (12) ditemukan di tepi aliran Sungai Belumai di Dusun B Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang.

Selasa (16/10) sekitar pukul 10.00 Wib, jasad Suniati ditemukan di perairan Pulau Pandang, Batubara, Sumut. Di lokasi itu juga ditemukan jasad pria tak dikenal. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Medan
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini