Operasi Yustisi, Polri Sebut 59 Kabupaten Zona Merah dan 50 Zona Hijau

Selasa, 15 September 2020 19:16 Reporter : Nur Habibie
Operasi Yustisi, Polri Sebut 59 Kabupaten Zona Merah dan 50 Zona Hijau Peta Zona Merah Kabupaten Bogor. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Polri telah melaksanakan Operasi Yustisi bersama dengan TNI, Satpol PP serta stakeholder terkait lainnya di seluruh wilayah di Indonesia. Dari hasil operasi tersebut, dapat dikategorikan sebanyak 59 Kabupaten atau Kota masuk dalam zona merah.

"Operasi Yustisi Polda Jajaran per tanggal 14 September 2020. Dari 34 Polda yang dinyatakan zona merah sebanyak 59 Kabupaten/Kota, zona oranye sebanyak 166 Kabupaten/Kota, zona kuning sebanyak 141 Kabupaten/Kota dan zona hijau sebanyak 50 Kabupaten/Kota," kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/9).

Awi menyebut, 49.947 personel gabungan telah dikerahkan dalam operasi penggunaan masker tersebut. Untuk personel Polri berjumlah 25.909, sedangkan personel TNI berjumlah 9.511, Satpol PP 11.212 personel dan 3.315 personel lainnya.

"Jumlah giat razia atau pemeriksaan sebanyak 53.972 kegiatan, adapun sasaran yang dituju sebanyak 47.754 orang terjaring razia, 2.318 tempat dan 2.511 kegiatan," sebutnya.

Ia menjelaskan, untuk jenis sanksi yang diberikan terhadap para pelanggar seperti kerja sosial, teguran secara lisan serta tertulis.

"Teguran terdiri dari lisan sebanyak 48.630 kali dan tertulis sebanyak 3.094 kali, kurungan nihil, denda administrasi sebanyak 1.150 kali dengan nilai denda Rp 52.293.000. Penutupan tempat usaha sementara nihil dan sanksi lainnya (kerja sosial) sebanyak 2.853 kali," tutupnya.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, pihaknya akan menggelar operasi yustisi atau penggunaan masker. Nantinya, operasi tersebut akan dilakukan bersama TNI, Satpol PP serta pihak Kejaksaan.

"Kenapa masker? Karena ini yang paling penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan kita akan tegas ya untuk mengenakan operasi ini," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9).

Ia menjelaskan, operasi tersebut akan dilakukan sejak pagi hingga sampai malam hari. Untuk melancarkan operasi atau kegiatan ini sendiri akan dilakukan koordinasi antara Kapolda, Kejati hingga kepala daerah setempat.

"Tentunya juga kita meminta kepada pemerintah daerah cluster mana yang rawan seperti pasar dan perkantoran dan sebagainya kita akan jaga di sana. Kita akan ada TNI-Polri di sana ada Satpol PP juga. Tujuannya adalah untuk meminimalisir penularan di cluster-cluster tersebut," ujarnya.

"Jadi mungkin jangan kaget kalau ada polisi, ada TNI, ada Satpol PP, tujuan kita bukan untuk tujuan represif. Tujuan kita untuk menyelamatkan. Kita tidak mau ada korban lagi. Korban orangtua yang punya anak dan lainnya. Ini yang kita antisipasi," sambungnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polri
  3. Covid 19
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini