Operasi Ketupat Berakhir, Polisi Tetap Sekat Kendaraan Terutama Zona Merah Covid-19

Jumat, 4 Juni 2021 08:04 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Operasi Ketupat Berakhir, Polisi Tetap Sekat Kendaraan Terutama Zona Merah Covid-19 Kakorlantas Polri Irjen Istiono. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Korps Lalu Lintas Polri melakukan pengetatan untuk pengendalian Covid-19 sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 12 Tahun 2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono menjelaskan penyekatan mudik Lebaran 2021 berhasil menekan angka penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, kata dia, meski penyekatan mudik melalui Operasi Ketupat telah usai, kepolisian tetap melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Menurut Irjen Istiono, pengendalian Covid-19 selepas masa Operasi Ketupat itu sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro hingga 14 Juni. Istiono menyebut pihaknya melakukan pengetatan di sejumlah tempat.

"Polri pada hari libur dan hari libur nasional tetap melakukan kegiatan pengetatan di area kerumunan, terutama di zona merah dan zona oranye, dan tentunya di tempat konsentrasi wisata, ekonomi, moda transportasi, kemudian di tempat kegiatan masyarakat lainnya," kata Istiono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/6).

Selain itu, Istiono mengatakan pihaknya juga mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas secara dari pintu ke pintu menemui masyarakat. Para Bhabinkamtibmas yang diatur oleh masing-masing polda itu akan mensosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya vaksinasi.

"Polri juga melaksanakan akselerasi vaksinasi guna mempercepat herd immunity, baik dari Satgas Covid TNI, Polri, pemda, juga melakukan sosialisasi secara aktif dan masif untuk merasionalisasikan masyarakat supaya mau dan optimal untuk dilakukan vaksinasi," ujarnya pula.

Bahkan, Polri juga melakukan sejumlah inovasi terkait upaya pencegahan Covid-19, di antaranya pengerahan mobil-mobil milik Polri dari Brimob hingga Sabhara untuk kegiatan penyemprotan disinfektan ke masyarakat secara gratis.

"Kemudian SIM keliling, mobil Dikmas Lantas, mobil PJR, juga digunakan sebagai unit kegiatan mobilitas proaktif untuk tes random antigen," kata dia lagi.

Kemudian, mobil-mobil Biddokkes dan tenaga kesehatan juga ikut dikerahkan secara optimal serta sumber daya manusia Polri dilatih menjadi tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan upaya-upaya pencegahan Covid-19. Berikutnya, Istiono mengatakan pihaknya juga memasang stiker-stiker di rumah warga yang telah melakukan swab antigen.

Dia menegaskan Polri akan mengerahkan segala sarana dan prasarana yang ada dalam pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk dengan tetap melakukan pengetatan dan pemantauan di jalur-jalur dari Sumatera menuju Pulau Jawa.

"Jadi sumber daya manusia termasuk tenaga, kemampuan, serta sarana prasarana yang ada di Polri dioptimalkan, diberdayakan secara optimal untuk langkah-langkah pencegahan Covid-19 ini," kata dia.

Terakhir, Istiono menyampaikan pengetatan juga diberlakukan untuk kendaraan dari Sumatera menuju Jawa. Polda atau polres yang akan melakukan mekanisme pengetatan. “Kewenangan diserahkan ke masing-masing wilayah,” ujarnya pula. Dikutip Antara. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini