Olah TKP Ketua Hakekok Balakutak, Polisi Sita Jimat hingga Kondom

Sabtu, 13 Maret 2021 19:18 Reporter : Merdeka
Olah TKP Ketua Hakekok Balakutak, Polisi Sita Jimat hingga Kondom Polsek Cigeulis gelar konferensi pers terkait ritual mandi bareng aliran Hakekok Balatasutak. ©Liputan6.com/Yandhi Deslatama

Merdeka.com - Jimat, pusaka, kondom hingga kitab ditemukan dari rumah ketua aliran Hakekok Balakutak, A (52). Semuanya dijadikan barang bukti oleh polisi dan disimpan di Mapolres Pandeglang.

"Hasil olah TKP yang ada di kediaman yang bersangkutan, kami mengumpulkan beberapa barang bukti, seperti kitab, kemudian pusaka, jimat, serta alat kontrasepsi," kata Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi, di Kejari Pandeglang, Jumat (12/3).

Jimat hingga keris itu digunakan oleh Ketua Hakekok Balakutak sebagai kewibawaan, untuk memengaruhi pengikutnya agar patuh terhadap perintahnya. Namun kegunaan kondom, polisi tidak menyebutkannya.

Ketua aliran Hakekok Balakutak juga diyakini memiliki ilmu magis, untuk mempermudah aksinya. Sehingga masyarakat awam mudah dipengaruhi olehnya.

"Sebagai pegangan yang bersangkutan, digunakan dia sebagai ketua, punya kemampuan lebih, sehingga bisa memengaruhi pengikutnya," dia mengungkapkan.

Menurut Kapolres, saat ini pimpinan berbagai instansi di Kabupaten Pandeglang, sepakat menyadarkan 16 anggota Hakekok Balakutak untuk kembali pada Islam yang benar. Proses bersuci mereka dengan telanjang bulat di sebuah kolam, tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Seluruh anggota aliran itu nanti akan dibimbing oleh tokoh agama di Kabupaten Pandeglang, yang dikenal sebagai 'Kota Seribu Kyai, Sejuta Santri'.

"Setelah ada putusan fatwa dari MUI Pandeglang, kita akan melakukan pembinaan kepada mereka. Setelah hasil pembinaan, kemudian akan kita kembalikan jika mereka sudah kembali ke jalan yang benar," dia menjelaskan.

Sebelumnya masyarakat Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, digemparkan dengan peritiwa 16 anggota aliran Hakekok Balakutak yang melakukan mandi bersama di sebuah kolam pada Kamis, 11 Maret 2021 kemarin.

Masyarakat yang melihat kemudian melapor ke polisi dan diamankan ke Polres Pandeglang. Seluruh anggotanya kini masih berada di kantor polisi.

Reporter: Yandhi Deslatama
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini