Ogah Ditilang, Pemuda di Cianjur Nekat Bakar Sepeda Motor

Senin, 16 September 2019 13:54 Reporter : Aksara Bebey
Ogah Ditilang, Pemuda di Cianjur Nekat Bakar Sepeda Motor Pemuda di Cianjur bakar motor karena ogah ditilang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pemuda bernama Muhadi (20) nekat membakar sepeda motornya karena enggan ditilang. Padahal kendaraannya itu dalam kondisi tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Peristiwa itu terjadi saat razia dilakukan Polres Cianjur pada akhir pekan lalu. Saat melintas, Muhadi tidak mengenakan helm serta sepeda motornya tidak disertai dengan pelat nomor polisi.

Petugas polisi menanyakan surat kendaraan, Muhadi tidak bisa menunjukkan. Setelah adu argumen, ia kemudian menghampiri sepeda motornya dan menyalakan api ke arah karburator.

"Yang bersangkutan tidak menggunakan helm dan kendaraannya tidak ada pelat nomor, surat kendaraannya juga tidak bisa ia tunjukan. Saat petugas berbincang, ia kemudian membakar motornya," kata Kapolsek Ciranjang AKP Kuslin, saat dihubungi, Senin (16/9).

Aksinya itu sempat membuat panik. Namun tak lama kemudian, warga dan petugas yang ada di sana berhasil memadamkan api. Akibatnya, beberapa bagian motor mengalami kerusakan, di antaranya di bagian jok belakang hingga bagian tengah.

"Saat ini kendaraan telah diamankan di Polsek untuk didalami, karena tidak dapat menunjukkan surat-suratnya," ucapnya.

Evaluasi Operasi

Selama dua pekan pelaksanaan operasi patuh lodaya 2019 di wilayah hukum Polda Jabar, polisi mengeluarkan 129.632 surat tilang. Tahun lalu, total surat tilang yang dikeluarkan dalam operasi tersebut berjumlah 59.580 tilang.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan operasi Patuh Lodaya 2019 ini berlangsung selama dua pekan dari mulai Kamis (29/8) hingga Kamis (12/9).

Dominasi pelanggar masih berusia muda, di kisaran usia 21-25 tahun. Jenis pelanggaran yang mereka lakukan berkaitan dengan kelengkapan kendaraan, seperti tak menggunakan helm. Totalnya ada 46.021 pelanggar.

Sedangkan pengendara roda empat kebanyakan tidak mematuhi prosedur keselamatan, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman. Jumlahnya mencapai 8.064 pelanggar.

Dalam operasi ini juga tercatat ada 75 kejadian kecelakaan lalu lintas. Namun jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2018 yang mencapai 96 kejadian.

"Dari jumlah kecelakaan itu, 42 orang meninggal dunia. Tapi jumlah korban meninggal turun dari tahun lalu. Tahun 2018 jumlah korban meninggal selama operasi Patuh Lodaya mencapai 64 orang," kata Truno. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini