Oegroseno: Kok ada istilah pengkhianat di tubuh Polri?

Sabtu, 17 Januari 2015 18:02 Reporter : Sri Wiyanti
Oegroseno: Kok ada istilah pengkhianat di tubuh Polri? Sertijab Kabaharkam. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Kok ada istilah pengkhianat (di tubuh Polri)?. Siapa ini pengkhianat? Jangan munculkan masalah baru.


- Oegroseno

Merdeka.com - Mantan Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Purn), Oegroseno menegaskan, penggantian Kapolri bukan hal yang luar biasa. Penggantian sosok Kapolri merupakan hal yang lumrah terjadi dalam tubuh institusi penegak hukum tersebut.

Namun, sebagai mantan Wakapolri, Oegroseno tetap melihat beberapa hal menjadi ganjalan baginya.

"Tingkat ketergesaan untuk mengganti Pak Sutarman sebelum masa jabatannya apakah setinggi gitu? Lalu mau dikemanakan (Sutarman)? Kasihan Pak Sutarman. Kalau dia mau ke kantor, dia mau ke mana, ruangannya sudah dipakai wakapolri sebagai Plt," tutur Oegroseno di Jakarta, Sabtu (17/1).

Selain itu, sosok Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri juga menjadi ganjalan Oegroseno. "Selama ini jarang calon tunggal, kecuali sangat mendesak," singkatnya.

Penggantian Kabareskrim juga tak kalah mengejutkan bagi Oegroseno, terlebih lagi muncul pernyataan-pernyataan terkait pengkhianatan.

"Saya juga kaget-kaget (soal Kabareskrim). Saya telepon Pak Suhardi. Tapi saya kaget dengan statement calon penggantinya. Kok ada istilah pengkhianat (di tubuh Polri)?. Siapa ini pengkhianat? Jangan munculkan masalah baru," tegas Oegroseno.

Oegroseno meminta jangan ada dua kubu di tubuh kepolisian yang bakal memperkeruh suasana yang saat ini sedang karut marut.

"Jangan bilang bahwa ada misi pembersihan. Polisi semua baik. Kalau Suhardi diganti tidak ada masalah, Propam jalan dulu dong. Karena Kabid Humas saja mengatakan asas praduga tak bersalah. Kenapa masih ada praduga bersalah? Jangan pakai 2 kutub. Nanti jadi awan cumulonimbus," tutup Oegroseno. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini