Nyanyian Kode Mantan Pengacara Bharada E: Wiro Sableng, Naga Geni hingga TB1

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:43 Reporter : Ronald, Nur Fauziah
Nyanyian Kode Mantan Pengacara Bharada E: Wiro Sableng, Naga Geni hingga TB1 Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. ©2022 Merdeka.com/nur habibie

Merdeka.com - Mantan kuasa hukum Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara bercerita bertemu dengan 'Wiro Sableng' dan 'Sinto Gendeng alias Nenek Naga Geni 12'.

Pertemuan itu sesaat setelah ia diberhentikan sebagai kuasa hukum Bharada E. Bahkan usai pertemuan itu, ia menyebut dicari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memintanya bertemu.

Awalnya, ia bertemu dengan Wiro Sableng. Lalu Wiro Sableng mengajak ia bertemu dengan gurunya yakni 'Nenek Naga Geni 12' di 'Gunung Salak' menggunakan kuda putih.

bukti chat ditunjukkan deolipa mantan pengacara bharada e
©2022 Merdeka.com

"Pendekar Naga Geni 212 tapi 2 depannya hilang kode. Coba 212, tapi 2 depannya hilang," kata Deolipa di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/8).

Katanya, nenek itu pandai berbahasa Inggris. Kepada nenek itu, ia bercerita berbagai permasalah yang ada. Termasuk masalah hukum Bharada E.

Nenek itu menyuruhnya untuk melanjutkan. "'Oh kamu lanjut saja, tapi kamu saya kasih jurus. Jurus baru namanya jurus mabok. Saya sudah belajar jurus mabuk ditambah jurus mabuk tiga'," jawab nenek itu yang disampaikan ulang Deolipa.

"'Sudah sekarang kau turun gunung lagi, besok kau press conference sama wartawan, kau ceritakan ininya. Yang jelas kau nanti jalan terus sebagai kuasa hukum Bharada E karena aspek formil maupun materil belum terpenuhi'," ungkap Deolipa mengulang pesan nenek.

Singkat cerita, lanjutnya, dirinya tengah bersama teman band pada malam hari dihubungi oleh seseorang.

bukti chat ditunjukkan deolipa mantan pengacara bharada e
©2022 Merdeka.com

"Nah pagi-pagi sampai (di Depok). Nyantai dong sama anak-anak full band. Nah tapi malam itu ada yang telepon katanya sih TB 1 (Kapolri) telepon saya minta ketemu. Tapi WA doang sih TB 1 minta ketemu," kata pria yang hanya 5 hari menjadi kuasa hukum Bharada E ini.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Deolipa mengungkap adanya intervensi ke Bharada E saat proses pencabutan kuasa hukum terhadapnya.

Ia menyebut pemecatan itu tidak sah atau cacat. Di mana ia menerima surat itu pada Kamis (11/8) telah berada dimeja kerja.

"Dikirim ke kantor di Condet, Kamis, enggak tahu siapa yang kirim," ujar Deolipa dikediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/8).

Saat membuka, ia sangat terkejut dengan isi surat tersebut. Ia menilai surat itu diduga tidak asli, bahkan diduga Richard dibawah tekanan.

"Diduga ada tekanan dan intervensi penanda tangannan. Di mana sebelumnya setiap tanda tangan Bharada E selalu melampirkan tanggan dan jam setiap tanda tangan. Namun kini tidak ada," tegasnya.

"Sebagai pengacara professional kita ada kesepakatan dengan dia (tanda tangan dan jam pembuatan surat)," sambungnya.

Sebelumnya, Polri menyatakan bahwa Bharada E telah mencabut surat kuasa atas pengacaranya, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanudin. Dengan begitu, keduanya tidak lagi menjadi tim advokat Bharada E dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Iya betul (sudah dicabut)," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Jumat (12/8).

Menurut Andi, kedua pengacara tersebut tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E per 10 Agustus 2022. Keputusan itu tertera di dalam Surat Pencabutan Kuasa yang telah ditandatangani di atas materai.

"Iya (tanggal 10 Agustus)," kata Andi.

[rhm]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini