Nyambi Jadi Kurir 15 Kg Sabu, Brigadir S Diupah Lebih dari Rp 10 Juta

Selasa, 22 Januari 2019 14:48 Reporter : Yan Muhardiansyah
Nyambi Jadi Kurir 15 Kg Sabu, Brigadir S Diupah Lebih dari Rp 10 Juta Polda Sumut Ungkap Jaringan Narkoba Internasional. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut melumpuhkan Brigadir S yang kedapatan membawa 15 Kg sabu-sabu. Polisi mendalami keterlibatan bintara ini dalam jaringan peredaran narkotika internasional.

Brigadir S tertangkap tangan membawa narkotika itu bersama AM alias O di Jalan Asahan, Kota Pematang Siantar pada Minggu (20/1) sekitar pukul 01.30 Wib.

"Ada dua tersangka, satunya diduga anggota kepolisian yang masih kita dalami secara hukum. Di dalam pemrosesan ini kita tidak tebang pilih. Siapapun itu yang melakukan perlawanan hukum dan yang melakukan pelanggaran terhadap hukum, maka kita proses secara hukum dengan undang-undang yang berlaku. Jadi kita tidak memilah-milah itu anggota Polri anggota apa pun itu," kata Kombes Pol Hendri Marpaung, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Selasa (22/1).

Hendri memaparkan, S bertugas di Samosir. Namun dia berdomisili di Jalan Sudirman, Sijambi, Datuk Bandar, Tanjung Balai. Sementara rekannya AM beralamat di Jalan Yos Sudarso, Tualang Raso, Tanjung Balai.

Narkoba yang dibawa S bersama AM diduga milik jaringan internasional Malaysia-Tanjung Balai-Medan. Sebelum tertangkap, keduanya ditugaskan membawa barang haram itu dari Tanjung Balai ke Siantar.

"Menurut hasil informasi dan bahan keterangan yang kita peroleh itu (upah yang diterima S) diduga di atas Rp 10 juta," jelas Hendri.

Keterlibatan S di jaringan ini masih didalami. Sejauh ini dia hanya sebagai kurir. Berapa kali dia mengirimkan narkoba juga masih ditelusuri.

Saat ditangkap, S tidak membawa senjata organik dan tidak mengenakan seragam. Namun dia dan tersangka AM disebutkan melakukan perlawanan, sehingga ditembak pada bagian kaki.

Tes urine pun telah dilakukan terhadap S. “Yang bersangkutan positif,” jelas Hendri.

S dan AM dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamananya maksimal hukuman mati,” jelas Hendri. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini