Nurhadi Tertangkap, Anggota Komisi III Harap Pintu Masuk Ungkap Mafia Peradilan

Selasa, 2 Juni 2020 10:10 Reporter : Merdeka
Nurhadi Tertangkap, Anggota Komisi III Harap Pintu Masuk Ungkap Mafia Peradilan Nurhadi sekretaris MA. ©mahkamahagung.go.id

Merdeka.com - Komisi III DPR RI mengapresiasi kerja jajaran KPK yang menangkap Nurhadi dan menantunya. Anggota Komisi III Arsul Sani meminta agar KPK tidak berhenti pada kasus yang menyebabkan Nurhadi menjadi tersangka saja.

Kasus yang saat ini disidik hendaknya menjadi pintu masuk untuk menyelidiki kasus-kasus suap di dunia peradilan yang selama ini dipersepsikan sebagai mafia peradilan. "Meski bisa jadi istilah mafia ini tidak pas karena masih harus dibuktikan lebih lanjut," kata Arsul di Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Arsul, jika KPK berhasil mengembangkan kasus Nurhadi ini maka ini akan membantu dunia peradilan untuk mendapatkan peningkatan kepercayaan bukan saja dari masyarakat, tetapi juga dari dunia bisnis dan investor. "Termasuk investor asing," ujarnya.

Lebih lanjut Arsul menyatakan, ikhtiar-ikhtiar Mahkamah Agung dan lembaga peradilan berupa kemudahan berproses perkara dari tingkat pertama sampai dengan di tingkat MA-RI akan mendatangkan apresiasi yg lebih besar ketika praktik suap bisa dibersihkan dari dunia peradilan.

Arsul menyarankan, KPK apabila Nurhadi mau bekerja sama membongkar kasus serupa mafia peradilan, maka ia layak dipertimbangkan untuk mendapat keringanan tuntutan hukum.

"Kita semua berharap kepercayaan baik dari lingkungan dalam negeri maupun kalangan dunia luar terhadap peradilan kita terus meningkat, salah satunya dengan memastikan praktek suap tidak ada lagi dalam proses peradilan kita", tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nurhadi
  3. PPP
  4. KPK
  5. Komisi III DPR
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini