Nurdin Halid diyakini jauh dari praktik Politik Dinasti

Rabu, 14 Maret 2018 11:31 Reporter : Kurniawan
Nurdin Halid diyakini jauh dari praktik Politik Dinasti Johansyah Haruna, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Maros. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Maros, Johansyah Haruna, menyebut Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), sebagai sosok pemimpin terbaik. Bukan hanya karena ketokohan dan programnya yang sangat pro-rakyat.

Lebih dari itu, pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu merupakan sosok yang jauh dari lingkaran politik dinasti yang selama ini menggerogoti Sulsel.

"Nurdin Halid jauh dari itu (praktik politik dinasti). Nurdin Halid adalah seseorang yang mandiri, beliau adalah politikus dan organisatoris murni. Bersama Nurdin Halid dan Aziz Qahhar tidak akan ada dinasti politik," kata Johansyah, Rabu (14/3).

Politik dinasti memang menjadi isu hangat dalam setiap perhelatan pesta demokrasi. Bukan rahasia, di beberapa daerah, termasuk di Sulsel, jejaring sebuah keluarga terbilang masih dominan dan semacam membentuk dinasti. Tidak sedikit masyarakat yang mulai lelah dan jengah. Mereka menaruh asa hadirnya pemimpin baru yang menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik.

Di mata Johansyah, NH-Aziz merupakan opsi terbaik dari empat kandidat yang bertarung pada Pilgub Sulsel 2018. Bersama pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut, Sulsel Baru yang lebih sejahtera dan berkeadilan diyakini dapat terwujud. Termasuk cita-cita menjadikan Sulsel sebagai rumah bagi seluruh kalangan, seperti yang selalu diutarakan NH-Aziz.

Optimisme Johansyah tidak berlebihan. Toh, NH-Aziz merupakan satu-satunya kandidat yang berani membuat kontrak politik untuk memerangi politik dinasti dan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Ikrar itu tegas dilantangkan pasangan nomor urut satu pada deklarasi pencalonan di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, pada November tahun lalu.

Johansyah mengimbuhkan Nurdin sepengetahuannya merupakan pribadi yang sangat profesional. Tidak ada dalam kamusnya politik dinasti alias mengutamakan keluarga atau kekerabatan dalam urusan pekerjaan. Itu bisa dilihat dari rekam jejaknya selama di AMPI, PSSI, Golkar dan Dekopin. Berkat profesionalitasnya itu, Nurdin sukses berkiprah di pentas nasional.

"Nurdin Halid selalu sukses di berbagai bidang, itu karena beliau profesional, termasuk menempatkan orang. Tidak pernah sembarangan mempercayakan sesuatu kepada orang dekatnya, melainkan berdasarkan kemampuan. Kalau pun ada satu atau dua orang, ya silahkan cek kompetensinya," tutur dia.

Nurdin sendiri menegaskan komitmennya menjadikan Sulsel sebagai rumah bagi seluruh masyarakat. Tidak boleh ada sekat, apalagi diskriminasi. Sulsel juga tidak boleh hanya dikuasai oleh kalangan tertentu yang dekat dengan penguasa dan pengusaha. Bersama Aziz, mantan Ketua PSSI itu berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Guna menjamin hadirnya pemerintahan yang bersih dan efektif, Nurdin menyebut pihaknya sengaja membuat kontrak politik. Itu menjadi semacam pakta integritas dalam merealisasikan sederet program pro-rakyat. Bila ia gagal mewujudkan janjinya itu, ia dan Aziz mengaku siap mundur sebagai konsekuensinya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini