Nurdin Abdullah Suruh Anak Buah Petik Rp2,5 Miliar Duit Suap dari Kontraktor

Kamis, 17 Juni 2021 19:21 Reporter : Ihwan Fajar
Nurdin Abdullah Suruh Anak Buah Petik Rp2,5 Miliar Duit Suap dari Kontraktor Sidang lanjutan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Merdeka.com - Eks Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan, Edy Rahmat buka-bukaan disuruh Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah untuk meminta uang kepada terdakwa Agung Sucipto. Hal tersebut diungkapkan saat menjadi saksi sidang terdakwa Agung Sucipto (Anggu) secara hybrid di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (17/6).

Saat sidang, Edy mengakui uang sebesar Rp2,5 miliar berasal dari terdakwa Agung Sucipto. Edy mengaku awalnya akan transaksi dengan Anggu di rumah jabatan Gubernur Sulsel.

"Tapi batal, karena banyak CCTV di sana (rujab Gubernur Sulsel). Terus Pak Anggu telepon untuk ketemu di luar," ujarnya.

Setelah itu, Edy menceritakan dirinya mengajak Anggu untuk bertemu di sekitar Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebelum bertemu dengan Anggu, Edy bersama sopirnya terlebih dahulu singgah untuk makan di Rumah Makan Nelayan.

"Kemudian saya dihubungi oleh Anggu. Setelah selesai makan, saya keluar dan langsung naik ke mobilnya Pak Anggu untuk transaksi," kata dia.

Saat transaksi tersebut, sopir Edy Rahmat bernama Irfandi mengikutinya. Setelah sampai di Jalan Sultan Hasanuddin Makassar, di situlah Edy dan Anggu menyerahkan uang sebesar Rp2,5 miliar yang disimpan dalam koper dan tas ransel.

"Ada koper sama ransel berisi uang. Yang koper Rp2 miliar dan yang ransel Rp500 juta. Yang angkut itu uang dari mobilnya pak Anggu, sopirnya. Kemudian dipindahkan ke mobil saya," ungkap Edy.

Setelah menerima uang dari Anggu sebesar Rp2,5 miliar, dirinya langsung pergi untuk menemui Nurdin Abdullah. Edy mengaku dirinya sempat menelpon sopir Nurdin Abdullah untuk menanyakan keberadaannya.

"Saya ingin laporkan ke Pak Gubernur kalau uang sudah diterima. Pak Gubernur saat itu ada acara di Lego-lego, Centre Point of Indonesia (CPI)," ucapnya.

Edy mengaku saat hendak ke Lego-lego, CPI, dirinya menyempatkan singgah untuk menemui kontraktor lain bernama Hj Indah.

"Karena di perjalanan itu Haji Indah telepon saya mau ketemu. Dia mau tanyakan soal perkembangan proyek lain. Jadi saya datang ke kantornya di Jalan Cakalang," lanjut Edy.

Bersama Indah, Edy menuju ke Lego-lego. Namun sesampainya di sana Nurdin Abdullah telah beranjak.

"Jadi saya langsung pulang ke rumah pisah sama Haji Indah. Saya bawa semua itu uang dikoper sama ransel," ungkapnya Edy.

Edy mengaku dari Anggu dirinya tidak hanya menerima uang Rp2,5 miliar, tetapi juga sejumlah proposal proyek agar dimenangkan.

Selain menyerahkan uang tunai, Agung Sucipto juga menyerahkan lembaran proposal menyoal pengerjaan proyek pembangunan irigasi di Kabupaten Sinjai. Terdakwa Agung Sucipto, menjadi pemenang lelang tender pengerjaan proyek tersebut.

Edy menyebut, uang Rp2,5 miliar yang diterima dari Agung, terbagi menjadi dua, yaitu Rp1 miliar 50 juta untuk pemberian karena proyek pengerjaan irigasi sementara sisanya, sebagai tanda jadi pengerjaan proyek yang kasusnya sementara berjalan.

Yakni proyek pembangunan ruas Jalan Palampang, Munte, Bontolempangan di Kabupaten Sinjai-Kabupaten Bulukumba 2021. Tidak berapa lama, memasuki 27 Februari dini hari, KPK menangkap ketiganya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah tempat di Makassar. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini