Novel tuntut pimpinan KPK terbuka soal kasus dirinya disiram air keras

Jumat, 17 Agustus 2018 11:33 Reporter : Yunita Amalia
Novel tuntut pimpinan KPK terbuka soal kasus dirinya disiram air keras Novel Baswedan kembali bekerja di KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Hingga saat ini, belum ada titik terang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Dia menuntut keseriusan pimpinan KPK mengawal penyelidikan peristiwa yang terjadi April 2017.

Sambil mengenakan topi dan kacamata, Novel mengungkapkan telah berulang menyatakan permintaan tersebut sebab tidak hanya untuk kepentingan pribadinya melainkan seluruh pegawai KPK dalam menjalankan tugas.

"Dan saya tetap meminta agar pimpinan KPK mau membuka fakta-fakta itu semua, agar itu bisa menjadi perlindungan terbaik bagi pegawai KPK atau juga bagi orang-orang yang berjuang dengan pemberantasan korupsi agar penyerangan itu tidak lagi terjadi di kemudian hari," ujar Novel di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/8).

Disinggung mengenai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel menjawab dilematis. Sebab, berulang kali surat permintaan TGPF dikirimkan ke Presiden melalui Wadah Pegawai KPK, namun tak kunjung ada tanggapan.

Setelah satu tahun berlalu, Novel mengaku bingung apakah surat permintaan pembentukan TGPF masih efektif jika kembali dikirim ke Presiden.

"Saya tidak tahu apakah dengan surat itu menjadi efektif atau tidak tapi yang jelas Bapak Presiden saya harapkan beliau benar-benar mau memberikan perhatian dan mendukung pemberantasan korupsi," ujarnya.

Diketahui, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya di Kelapa Gading Jakarta Utara, seusai melaksanakan ibadah salat Subuh berjemaah. Akibat air keras itu, mata kirinya rusak cukup parah.

Selama satu tahun, Novel jalani pengobatan bolak balik Singapura-Jakarta. Tindakan medis berupa operasi sudah beberapa kali harus ia jalani. Sketsa wajah terduga terlibat dalam penyerangan itu pun sempat disebar oleh Polda Metro Jaya. Meski hingga saat ini hasilnya masih nihil. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini