Novel Dituding Rekayasa Kasus Air Keras, Pengacara Pertanyakan Kinerja Tim Polisi

Kamis, 7 November 2019 12:01 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Novel Dituding Rekayasa Kasus Air Keras, Pengacara Pertanyakan Kinerja Tim Polisi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Datangi KPK. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Kasus penyiraman air keras dialami penyidik KPK, Novel Baswedan, mengalami babak baru. Muncul tuduhan teror fisik terhadap Novel Baswedan itu rekayasa di tengah masa pengusutan dilakukan tim teknis Polri diperpanjang tugasnya hingga awal Desember sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tudingan itu dilontarkan politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Bahkan Novel Baswedan dilaporkan Dewi ke Polda Metro Jaya atas dugaan rekayasa penyerangan air keras dengan tuduhan telah menyebarkan berita bohong.

Dewi juga menduga Novel Baswedan hanya berpura-pura saat terkena air keras. Menurut dia, reaksi orang sakit akibat tersiram air panas tidak seperti diperlihatkan Novel Baswedan.

"Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras. Ada beberapa hal yang janggal dari rekaman CCTV dia, yakni dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta begitu kan," ujar Dewi di Polda Metro Jaya, Rabu (6/11).

Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, menilai tudingan dilayangkan Dewi tidak berperikemanusiaan. Menurut dia, tuduhan itu muncul karena polisi tak becus mengusut kasus teror dialami Novel sejak membentuk tim menyelidiki pelaku penyiram mantan perwira menengah polisi itu pada 11 April 2017 silam.

"Fitnah-fitnah ini terjadi karena polisi tidak segera mengungkap pelaku penyiraman Novel," kata salah satu Kuasa Hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (7/11).

Menurut Saor, tuduhan rekayasa kasus dilayangkan Dewi ancaman serius bagi Novel Baswedan dan institusi kepolisian. Sebab sejak dua setengah tahun dan tambahan satu bulan hingga awal Desember nanti, kata Saor, pelaku penyiram Novel Baswedan tak kunjung menemui titik terang.

"Ini fitnah keji, bukan hanya ketidakpekaan terhadap kemanusiaan tapi seakan akan apa yang dilakukan polisi itu adalah tidak benar, bahwa mereka tidak melakukan penyelidikan atau jangan-jangan ya mereka mengungkap peristiwa Novel ini diisukan ke publik rekayasa ini kan berbahaya," kata Saor.

Dia pun mendesak polisi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen mengusut kasus Novel Baswedan. Menurut Saor, desakan dibentuknya TGPF Independen itu untuk menghindari pihak menunggangi kasus Novel Baswedan dan menghitung tenggat pengusutan hingga awal Desember.

"Kita tuntut kepolisian segera menangkap siapa penyerang Novel agar kemudian kasus ini jangan digoreng-goreng pihak-pihak dalam upaya membuat keonaran di dalam masyarakat dengan menumpangi dan menunggangi kasus Novel ini," kata dia.

1 dari 1 halaman

Tudingan Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa Menyakitkan Novel Baswedan

Reaksi keras juga dilontarkan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) terkait pelaporan politisi PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung terhadap Novel Baswedan.

Menurut Ketua WP KPK Yudi Purnomo, pelaporan tersebut sangat menyakitkan hati Novel Baswedan. Yudi mengatakan, di tengah asa pelaku teror terungkap, Novel yang menjadi korban malah terus mendapat serangan dari beberapa orang.

"Ini benar-benar suatu hal yang bagi kami sangat menyakitkan Bang Novel yang telah memberantas korupsi sebagai penyidik di KPK kemudian dibuat seolah-olah bahwa penyerangan terhadap Bang Novel adalah rekayasa," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Yudi pun mempertanyakan kepada pihak-pihak yang menyatakan kasus teror air keras Novel adalah rekayasa. Menurut Yudi, apakah mungkin kasus yang sudah berjalan dua tahun lebih ini adalah rekayasa.

"Kalau penyerangan terhadap Bang Novel itu rekayasa, dari hari pertama Bang Novel menyatakan bahwa dia disiram itu pasti akan kelihatan bahwa itu rekayasa, pasti Bang Novel akan langsung ditangkap," kata Yudi.

Apalagi, lanjut dia, dalam kasus teror air keras ini sudah mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Diketahui Jokowi meminta Polri untuk mengungkap penyerang atau pun dalang di balik teror air keras Novel ini.

Menurut Yudi, tak hanya Polri yang berusaha mengungkap kasus ini, melainkan dari Komnas HAM dan lain sebagainya.

"Padahal kasus ini sudah berjalan dua tahun lebih dan belum tertangkap pelakunya. Dan juga sudah banyak tim yang turun mulai dari tim yang terdiri dari penyidik Polda kemudian Komnas HAM sudah turun, Ombudsman juga sudah turun, koalisi masyarakat sipil juga sudah turun," kata Yudi.

Maka dari itu, Yudi meminta agar mereka yang menganggap bahwa kasus teror terhadap Novel ini segera dihentikan. Terkait dengan pelaporan Novel oleh Dewi, Yudi mengaku belum akan mengambil sikap.

"Untuk sampai saat ini kami masih akan melakukan konsolidasi dengan pertama tim pengacara Bang Novel, yang kedua juga dengan tim biro hukum terkait dengan langkah hukum yang akan kita lakukan," kata Yudi. [gil]

Baca juga:
Tudingan Politisi PDIP Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa Menyakitkan Novel Baswedan
Polri Tegaskan Selesaikan Kasus Novel Baswedan Secepatnya, Tak Ada Tenggat Waktu
Jokowi Beri Polri Tambahan Waktu Usut Kasus Novel Sampai Awal Desember 2019
Sampai Kapan Kasus Penyiraman Novel Baswedan Berlarut-Larut?
Kasus Novel Ditarget Hingga Desember, Kapolri Idham Azis Diminta KPK Segera Tuntaskan
Tenggat Waktu Kasus Novel Sampai Desember, WP KPK bilang 'Jangan Sampai Lupa'
Di Hadapan Ketua KPK, Kapolri Janji Tuntaskan Kasus Penyiraman Novel

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini