Novel Baswedan: Setiap Upaya untuk Matikan KPK Harus Dilawan

Minggu, 16 Mei 2021 11:43 Reporter : Merdeka
Novel Baswedan: Setiap Upaya untuk Matikan KPK Harus Dilawan Novel Baswedan Penuhi Panggilan Komisi Kejaksaan RI. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Novel Baswedan menyatakan akan melawan bersama koalisi masyarakat sipil antikorupsi atas tindakan pimpinan KPK Komjen Firli Bahuri yang telah menonaktifkan ia bersama 74 pegawai lembaga antirasuah itu usai dinyatakan tidak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menurut Novel protesnya juga sebagai bentuk untuk melakukan perlawanan terhadap upaya-upaya pembunuhan terhadap KPK.

"Alasan utama 75 pegawai protes krn setiap upaya utk matikan KPK harus dilawan, dan memberantas korupsi adl harapan masy," tulis Novel dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (16/5).

Novel memandang, TWK digunakan sebagai alat untuk menyingkirkan dirinya bersama 74 pegawai KPK lainnya. "Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dijadikan alat utk singkirkan 75 pegawai KPK yg kritis & berintegritas. Ini upaya terakhir utk mematikan KPK," tegas dia.

Ia merasa ironis pasalnya upaya untuk mematikan KPK justru dilakukan oleh pimpinan lembaga antikorupsi itu sendiri. "Ironi, krn upaya ini dilakukan oleh Pimp KPK dan baru kali ini," ujar Novel.

Novel dan rekannya menyatakan sikap akan melakukan perlawanan setelah dinonaktifkan pimpinan KPK usai dinyatakan tak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan.

"Maka sikap kami jelas, kami akan melawan!" ujar Novel Baswedan dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 11 Mei 2021.

Langkah yang akan ditempuh Novel dan rekan-rekannya, adalah dengan menggandeng koalisi masyarakat sipil antikorupsi.

"Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat itu karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil assessment, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho," kata Novel.

"Nanti ada tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat itu karena agak lucu juga, SK-nya kan SK pemberitahuan hasil assessment, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho," kata Novel.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini