Novel Baswedan: Sampai sekarang saya masih diancam!

Rabu, 19 September 2018 15:53 Reporter : Purnomo Edi
Novel Baswedan: Sampai sekarang saya masih diancam! novel baswedan. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Sudah lebih dari satu tahun polisi belum berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sampai saat ini, Novel mengaku masih kerap mendapatkan ancaman. Namun dia tak gentar dan tetap berjuang memberantas korupsi.

Novel menyampaikan itu usai diskusi bertema Pelopor Perubahan Bangda di Era Milenial di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari, DIY, Rabu (19/9). Dari pengakuan Novel, dia sering melihat ada orang yang mengintai rumahnya. Ini diketahuinya dari foto milik tetangganya.

"Sampai sekarang saya masih diancam. Saya dapat foto dari tetangga beberapa orang mengintai rumah saya. Kejadian ini sama sekali tidak saya sesali dan tidak membuat saya menjadi takut," ujar Novel, Rabu (19/9).

Hingga saat ini Novel masih menangani perkara-perkara korupsi besar. Bahkan melibatkan mafia kelas kakap. Meskipun demikian ancaman yang dirasakan tak akan mengganggu penanganan kasus yang tengah ditangani Novel.

Novel menjabarkan, ancaman tak hanya dialami olehnya. Penyidik KPK lainnya juga mengalami hal yang serupa.

Terkait pengungkapan kasus yang dialaminya, Novel mengaku sudah pasrah. Meski begitu dia mempertanyakan peran negara dalam memberikan rasa aman terhadap para anggota KPK.

"Pada dasarnya bukan masalah ancamannya tapi negara di mana? Itu kan yang penting. Saya pernah sampai bilang oke lah kalau perkara saya tidak mau diungkap tidak apa-apa terserah. Saya juga sudah maafkan. Saya cuma bilang penyerangan kepada orang-orang di KPK itu diungkap deh. Tidak usah perkara saya (diungkap). Itu banyak kejadian (anggota KPK diancam)," urai Novel.

Novel khawatir jika penyerangan terhadap penyidik lainnya tak diungkap maka bisa memengaruhi kondisi dan kinerja KPK. Karena itu dia meminta negara hadir memberikan rasa aman kepada para penyidik KPK.

"Apakah kita menghendaki bahwa ke depan orang-orang yang memberantas korupsi akan takut? Kan tidak. Kalau saya, saya jamin, walau diancam terus tetap berani. Cuma kan nggak semuanya begitu. Negara jangan sampai nggak hadir untuk hal-hal yang paling mendasar seperti ini. Presiden punya tanggungjawab itu. Tapi saya ngomong gini susah karena ini lagi pemilu. Repot ini," tutup Novel. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini