Novel Baswedan Menjawab Isu Tuduhan Taliban dan Pemecatan Satpam KPK

Jumat, 15 Oktober 2021 17:01 Reporter : Merdeka
Novel Baswedan Menjawab Isu Tuduhan Taliban dan Pemecatan Satpam KPK Novel Baswedan di Komnas HAM. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bicara soal tuduhan dirinya dan kawan-kawan disebut Taliban. Novel membicarakannya di akun Youtube miliknya.

Menurut Novel, isu taliban sengaja dimunculkan untuk memojokkannya bersama dengan kawan-kawan lainnya. Isu taliban dimunculkan oleh mereka yang memiliki kepentingan di lembaga antirasuah.

"Koruptor mengatakan saya dan kawan-kawan Taliban. Itu karena kami adalah orang-orang yang punya integritas, punya dedikasi, jujur dan enggak bisa dipengaruhi," ujar Novel dalam akun Youtubenya, Jumat (5/10/2021).

Novel juga berbicara soal pegawai yang bertugas sebagai keamanan gedung memotret bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia. Diketahui bendera tersebut berada di meja salah satu jaksa penuntut umum pada KPK.

Jaksa tersebut notabene sudah menjadi aparatur sipil negara sejak awal.

Isu taliban diarahkan kepada Novel dan kawan-kawan yang kini dipecat pimpinan lembaga antirasuah melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN.

Padahal, kata dia, di antara 57 pegawai KPK yang dipecat tak semuanya beragama Islam. Beberapa di antaranya ada Hotman Tambunan, Andre Deddy Nainggolan, Juliandi Tigor Simanjuntak, dan Riswien Rachwell.

"Ini kan orang-orang yang bener-bener. Jadi, ya, percuma mau diomongin, percuma, orang itu punya motif, punya kepentingan," kata Novel.

Dia pun mengaku tidak tahu siapa yang berada di belakang orang-orang yang menyematkan predikat Taliban kepada dirinya dan rekan-rekan yang dipecat. Dia menyebut tak mungkin untuk menyelisik hal tersebut.

"Ya enggak tahu siapa yang menitipkan motif ke dia, kan enggak mungkin juga kita mau usut," kata dia.

Meski demikian, Novel mengaku tidak ambil pusing soal isu tersebut. Menurutnya, jika isu tersebut dia pikirkan hanya akan membuat senang para koruptor.

"Itu cukup enggak peduli mau diomongin apa. Kalau kita dengarkan omongan itu, kita akan lelah urusin mereka," katanya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini