Ninoy Karundeng Bantah Dokter Insani Telah Mengobati Lukanya

Sabtu, 19 Oktober 2019 07:35 Reporter : Nur Habibie
Ninoy Karundeng Bantah Dokter Insani Telah Mengobati Lukanya Ninoy Karundeng. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Relawan Joko Widodo saat Pilpres, Ninoy Karundeng, membantah pernyataan tersangka Dokter Insani Zulfah Hayati yang mengatakan, saat insiden penculikan dan penganiayaan, telah mengobatinya. Justru, kata Ninoy, Dokter Insani ikut serta menginterogasi serta memberikan seruan-seruan ke massa dan tidak mengobatinya.

"Dokter Insani tidak betul kalau dia memberikan pengobatan pada saya, tidak ada sama sekali," kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jumat (18/10) malam.

Saat itu, dia mengingat memang ada yang memberikan obat mulut padanya. Namun bukan Dokter Insani.

"Sebagai bukti bahwa saya tidak diberi obat itu ini (sambil menunjukkan obat mulut). Saya diberi obat tetes oleh seseorang yang pakai gamis hitam itu sejak awal saya dipukuli dialah yang memberikan obat tetes ke mulut saya yang berdarah-darah itu," ungkapnya.

"Ini saya dengar obat ini yang bikin namanya Bapak Endang ini dari keterangan ibu yang pakai hijab hitam. Ini tidak benar Dokter Insani memberikan obat ke saya, justru yang kasih obat orang lain," sambungnya.

Kala itu, Dokter Insani menginterogasi dirinya saat berbicara dengannya. Dokter Insani tak memberikan pengobatan kepadanya, tapi justru memberikan nasihat-nasihat.

"Saya pernah minta kalau jangan dibunuh itu sekitar pukul 20.00 WIB saat interogasi Pertama. 'Tolong saya dipulangkan' dia (Insani) mengatakan bukan wewenang saya. Dia bilang 'kamu jangan minta ke saya minta saja ke Allah untuk keselamatan," jelasnya.

Bukan hanya menginterogasi Ninoy, Dokter Insani juga disebut telah mengerahkan massa untuk menggeledah barang-barang miliknya. Dokter Insani dan suaminya menggeledah laptop dan handphone Ninoy, yang kemudian diserahkan ke tersangka lainnya untuk dibuka.

"Peran dia sejak awal, dia dan suaminya yang sekarang belum tahu keberadaannya di mana, itu dia yang membuka tas laptop saya dan juga tas yang satu lagi," ujarnya.

Namun dia pastikan, meski menginterogasi Dokter Insani tidak ikut serta melakukan pemukulan terhadap Ninoy.

"Dia tidak ikut mukul tapi dia orang-orang yang memberikan instruksi, berikan perintah-perintah dan suaminya untuk membuka laptop, memberikan ke Fauzan dan tersangka lain dan juga melihat-lihat isi," ucapnya.

Diketahui, Polisi sudah menetapkan 15 tersangka terkait kasus penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Kesebelah orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut diketahui berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, F, Bernard Abdul Jabbar, Jerri, Dokter Insani dan R.

Polisi mengungkap peran-peran mereka. "Tersangka pertama inisialnya AA, kemudian ARS, YY. Ini (mereka) adalah perannya menyebarkan videonya dan kemudian juga membuat konten-konten berkaitan dengan hate speech di WA grup di sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Kantor Polda Metro Jakarta, Senin (7/10). [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini