NH-Aziz siapkan 3 kartu 'Sakti' menuju Sulsel Baru

Jumat, 16 Februari 2018 14:30 Reporter : Kurniawan
NH-Aziz siapkan 3 kartu 'Sakti' menuju Sulsel Baru Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), menghadirkan inovasi baru dalam memperkenalkan program pro-kampung. Duet tokoh nasional itu menyiapkan tiga kartu 'sakti' sebagai solusi sederet problematika Sulsel.

Masing-masing berupa Kartu Sulsel Baru, Kartu anak Sehat dan Kartu Anak Pintar.

Nurdin mengungkapkan tiga kartu 'sakti' dibuatnya merujuk pada program pro-kampung yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ketiga kartu itu nantinya dibagikan kepada masyarakat demi menciptakan Sulsel Baru yang lebih sejahtera.

Kelak, jika NH-Aziz terpilih akan ada tim khusus percepatan program yang mengidentifikasi pemilik kartu tersebut. Beragam kemudahan termaktub dalam kartu 'sakti' itu.

Kartu Sulsel Baru misalnya berisi berbagai program unggulan NH-Aziz. Mulai dari akses layanan kesehatan gratis berbasis KTP, pendidikan gratis berbasis KTP, kredit kesejahteraan tanpa bunga dan agunan, pemberian bibit unggul gratis serta sederet layanan unggulan lainnya.

"Ketika NH-Aziz terpilih akan ada tim percepatan program yang melakukan identifikasi," ujar Nurdin, Kamis, 15 Februari.

Begitu pula dengan Kartu Anak Sehat dan Kartu Anak Pintar. Bedanya, Nurdin menyebut kartu 'sakti' itu ada yang bersifat umum dan ada juga bersifat khusus. Dua kartu terakhir, ia menyebut sengaja dirancang lebih spesifik.

"Tujuannya untuk ciptakan kesetaraan dan keseimbangan antara orang kaya dan orang miskin. Misalnya untuk Kartu Anak Sehat itu ada dana tunai berkisar Rp500 ribu-Rp1 juta."

"Saya berikan contoh, anak orang kaya bisa minum susu setiap hari, di saat anak miskin belum tentu mampu membeli susu dalam sebulan. Makanya itu demi adanya keseimbangan, kita siapkan dana tunai (pada Kartu Anak Sehat)," sambung mantan Ketua PSSI itu.

Tidak jauh berbeda, Kartu Anak Pintar juga disiapkan untuk memastikan adanya pemerataan kebutuhan bagi setiap anak didik. Tidak memandang latar belakang sosial, baik itu kaya maupun miskin. Harus disadari, meski biaya pendidikan sudah gratis, problematika tidak selesai. Terkadang ada anak miskin yang sebenarnya pandai malas bersekolah karena minder.

"Keberadaan Kartu Anak Pintar memastikan tidak ada diskriminasi. Termasuk dengan adanya program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis," pungkas Nurdin. [paw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini