Nestapa Desa Wani Dua, dekat Pelabuhan Pantoloan tapi tak kebagian logistik

Jumat, 5 Oktober 2018 09:03 Reporter : Merdeka
Nestapa Desa Wani Dua, dekat Pelabuhan Pantoloan tapi tak kebagian logistik Coretan Tangan Korban Gempa Bumi Palu. ©Liputan6.com/Fery Pradolo

Merdeka.com - Kapal-Kapal yang berlabuh di Pelabuhan Pantoloan kerap memberikan bantuan premium untuk korban gempa dan tsunami.

Sayangnya, bantuan itu tak pernah dinikmati warga di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Salah satu desa yang jaraknya sangat dekat Pelabuhan Pantoloan.

Abdilah, salah satu warga menuding BBM gratis tersebut cuma disalurkan ke orang-orang yang ekonominya mapan. Sedangkan, warga yang sangat membutuhkan seperti dirinya tidak pernah menikmatinya.

"Enggak ada (BBM gratis ke kami). Soalnya diblokade sama warga yang berada di Pelabuhan Pantoloan," ucap dia ketika berbicang dengan Liputan6.com, Kamis (4/10).

"Hanya orang orang tertentu aja yang dikasih seperti 'bos-boslah' yang membutuhkan," keluhnya.

Tak pelak, ia kerap meminta penjelasaan terkait ketidakadilan penyaluran BBM bantuan tersebut. Saat itu nyaris terjadi baku hantam. Namun, dihalau warga lainnya.

"Jadi setiap hari ada bantuan bensin cuma di Pelabuhan Pantoloan. Cuma masyarakat sini sulit mendapatkan," ujar dia.

Penderitaan semakin diperparah lantaran jarak SPBU sangat jauh. Warga pun membutuhkan waktu yang lama untuk membeli BBM.

"Di sepanjang jalan Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala hingga Kayumalue tidak ada SPBU. Baru ada di Tompek," ungkap dia.

Saat ini, BBM menjadi kebutuhan mendesak warga yang bermukim di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

"Warga perlu untuk mengambil logistik, bantu-bantu angkat mayat saja mau turun lagi setengah mati," keluh Abdilah.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com

[rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini