Nestapa bocah di Cianjur, 7 tahun dikurung dalam ruangan hingga kurus kering

Jumat, 9 November 2018 05:31 Reporter : Merdeka
Bocah dikurung tujuh tahun. ©Liputan6.com

Merdeka.com - Mata berbinar seraya mengambil makanan yang disodorkan dengan gesit untuk dilahapnya. Begitu reaksi YG, bocah 13 tahun saat ditawarkan makanan oleh Iwan Mustofa.

Betapa ironis hidup YG selama ini. Ia dikurung dalam sebuah ruangan selama 7 tahun lamanya. Hanya beralas tanah dan tanpa pakaian melekat, praktis tubuh YG tampak kurus kering.

"Kenapa masih ada anak Indonesia yang diperlakukan seperti ini?" ujar Rio, sapaan Iwan Mustofa saat mengawali perbincangan dengan Liputan6.com, Kamis (8/11).

Rio adalah Ketua Koni Cianjur. Dia aktif di lembaga swadaya masyarakat yang bergerak untuk menyelamatkan orang-orang yang keterbelakangan mental, khususnya yang mendapat perlakuaan tidak manusiawi seperti dipasung. Saat ini, dia fokus dipemberdayaan orang-orang dengan gangguan jiwa yang telah sembuh dari keterbelakangan mental.

YG diselamatkan Rio dibantu aparat desa setempat, di Kampung Cibodas, Cianjur Selatan, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Meski kondisi bocah malang itu tampak seperti tulang dibalut kulit, namun keceriaan masih tampak dari wajah YG saat dikunjungi Rio.

YG, kata Rio, dikurung oleh keluarganya sejak dia berusia enam tahun. Ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya berada di Arab Saudi sebagai buruh migran.

"Yang mengasuh, memberi makan adiknya yang usia sembilan tahun," tutur Rio.

Adik YG sendiri tinggal bersama bibinya di rumah yang tak jauh dari ruangannya disekap.

Keluarga berkisah, awalnya YG sempat menjalani pengobatan. Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Akibatnya, orangtua YG harus meminjam uang sana-sini untuk perawatan anaknya.

Alhasil, utang yang kian menumpuk membebani ibunda. Tak pelak, ia memutuskan untuk menjadi buruh migran demi melunasi utang pengobatan anaknya.

Saat ini YG berada di RSUD Cimacan, Cianjur. "Dipulihkan dulu fisiknya, karena melihat kondisi fisiknya sangat memprihatinkan," kata Rio.

Ada lagi bocah 2 tahun dikurung di balik jeruji besi

Nasib malang juga menimpa FA, bocah berusia 12 tahun. FA dikurung di balik jeruji besi berdinding kayu dan hanya beralas tanah selama dua tahun lamanya.

FA adalah bocah yang diselamatkan Rio satu bulan sebelum YG. Saat ditemui Rio, keduanya dalam kondisi telanjang.

"Saat dikasih makan, mereka lahap sekali. Seperti orang kelaparan," kata Rio.

FA merupakan warga Warung Kondang atau 10 menit dari Kota Cianjur. Selama ini dia dirawat oleh kakek-neneknya.

"Ayahnya cerai, sementara ibunya ke Saudi Arabia," kata Rio.

Rio menuturkan, ada cerita haru ketika dia mengevakuasi FA. "Sekitar 50 meter dari tempat dia dikurung, tidak ada yang tahu. Ada kemunkinan keluarga menyembunyikan kondisi FA karena malu, aib," kata Rio.

Dia berharap ke depan tidak lagi terjadi hal serupa yang dialami FA dan YG. Masyarakat sekitar pun diminta membantu aparatur desa menginformasikan bila menemukan hal seperti kasus di atas.

"Komunikasikan dengan pemerintah daerah. Jangan ada lagi FA dan YG yang dipasung, dikurung. Itu kan anak bangsa. Jangan dirampas kemerdekaan mereka," tegas Rio.

Reporter: Andry Haryanto

Sumber: Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini