Nelayan Temukan Mayat Tanpa Tangan dan Kepala di Kawasan Tanjung Puting

Kamis, 7 November 2019 09:39 Reporter : Fikri Faqih
Nelayan Temukan Mayat Tanpa Tangan dan Kepala di Kawasan Tanjung Puting Ilustrasi penemuan mayat. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mayat tanpa tangan dan kepala ditemukan di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Mayat tersebut ditemukan oleh seorang nelayan dari Desa Sei Kapitan Kecamatan Kumai.

Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh nelayan yang melintas di sekitar perairan tersebut pada Rabu (6/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, dia memberikan kabar kepada petugas Pos TNI AL Kumai.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pol Air Polres Kobar dan KSOP Kumai," kata Komandan Pos AL Kumai Letda Laut (P), MS Rio Kusuma di Pangkalan Bun, Kamis (7/11).

Setelah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dia menjelaskan, dengan menggunakan speed boat dua anggotanya didampingi si pemberi informasi dan dua warga langsung meluncur ke lokasi penemuan mayat.

Tim sampai di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, kemudian kembali ke daratan pada pukul 20.00 WIB dan langsung membawa temuan mayat jenis kelamin laki-laki itu ke RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun untuk proses lebih lanjut.

1 dari 1 halaman

Kondisi Perut Mayat Berlubang

Sementara itu, Koptu Rudi Sugara salah seorang anggota TNI AL yang berangkat ke lokasi penemuan mayat menuturkan, kondisi mayat saat ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan kedua tangannya, serta bagian perut dan dada dalam kondisi berlubang.

"Kondisinya mengapung di tepi dengan posisi terlentang dengan hanya tersisa bagian badan dan kaki, sementara tangan dan kepala sudah tidak ada," ungkapnya seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan hasil obrolannya bersama dua warga yang ikut ke lokasi penemuan mayat, kedua warga tersebut mengakui bahwa mayat itu merupakan salah satu anggota keluarganya yang hilang melaut pada awal Oktober 2019 lalu.

Pengakuan tersebut didasari atas tanda bukti bekas jatuh dari motor pada bagi kaki sebelah kanan mendekati lutut pada mayat yang ditemukan.

Untuk diketahui, pada awal Oktober 2019 lalu tiga nelayan bernama Irwansyah alias Dondoy (35), Sunarto alias Nato (35) dan Subanrio alias Iban (40) asal Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan dikabarkan hilang saat pergi melaut.

Ketiganya dinyatakan hilang di titik koordinat 033500 S 1114100E atau sekitar perairan Tanjung Puting, dengan heading :180,40 dan berjarak 45 Nautical Mile dari muara Teluk Kumai. [fik]

Baca juga:
Kematian Pasutri Tergantung di Jembatan Mencurigakan, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Mengerikan, Para Korban Pembunuhan Ini Ditemukan dalam Kondisi Jenazah Dicor Semen
Kronologi Terungkapnya Penemuan Mayat Dicor di Lantai Musala Rumah
Motif Pembunuhan Jasad Dicor di Musala Diduga Karena Warisan atau Dendam
Kasus Jenazah Dicor di Musala, Polisi Amankan Istri dan Anak Korban

Topik berita Terkait:
  1. Penemuan Mayat
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini