Nasir wajibkan guru besar publikasi internasional riset bermanfaat

Jumat, 17 Maret 2017 14:46 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Nasir wajibkan guru besar publikasi internasional riset bermanfaat Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Mentan Amran Sulaiman. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir memberi semangat para rektor, khususnya guru besar untuk menghasilkan riset. Nasir mengatakan, mereka jangan sampai tertidur karena terlalu menikmati tunjangan kehormatan.

Untuk mencegah melemahnya semangat guru besar untuk menghasilkan riset, Nasir mengeluarkan peraturan.

"Para rektor khususnya para guru besar, selama ini semuanya tertidur. Maaf, itu karena sudah menikmati tunjangan kehormatannya. Oleh karenanya sesuai kebijakan Kementerian Ristek dan Dikti bahwa harus selalu coba hasilkan riset maka barusan saya keluarkan peraturan, mereka itu saya wajibkan publikasi internasional. Mereka pun semua terkejut," kata Muhammad Nasir di aula Al Jibra kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Jumat (17/3).

Nasir menuturkan publikasi internasional yang diterima Kemenristek Dikti sebanyak 4.200 di tahun 2014. Padahal, ada 122 perguruan tinggi dengan guru besar sebanyak 5.600 orang dan Lektor Kepala sebanyak 28 ribu orang.

"Di tahun 2016, targetnya sebanyak 6.250 didukung dengan perbaikan regulasi dan Alhamdulillah publikasinya per 31 Desember 2016 terealisasi 9.989 publikasi atau naik dua kali lipat. Lalu per 3 Maret 2017, saat ini mencapai 11.367 publikasi," jelas Nasir.

Nasir mengungkapkan yang terpenting dalam publikasi tersebut, adalah manfaat untuk masyarakat banyak. "Saya dorong betul inovasi di Kemenristek dan Dikti ini bersama tujuh LPMK di bawah Kementerian Ristek dan Dikti," kata Nasir. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini