NasDem Yakin Kalau Ada Capim KPK Melanggar Etik Pansel Sudah Hentikan

Kamis, 5 September 2019 13:59 Reporter : Sania Mashabi
NasDem Yakin Kalau Ada Capim KPK Melanggar Etik Pansel Sudah Hentikan politikus NasDem Taufiqulhadi. ©2017 Merdeka.com/nasdem.id

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Teuku Taufiqulhadi setuju dengan 10 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) hasil uji panitia seleksi yang telah dikirimkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR. Namun, dia belum bisa mengetahui siapa lima orang dipilih DPR.

"Sangat setuju. Kemudian siapa yang kami pilih persoalan lain nanti dari 10 orang tersebut. Kami akan memilih. Tetapi kami setuju kepada 10 orang tersebut," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9).

Taufiq mengatakan, DPR selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah dalam memilih pimpinan lembaga antirasuah ini. Oleh sebab itu, dia yakin 10 nama dikirim Presiden Jokowi adalah orang terbaik hasil ujian dilakukan panitia seleksi. Sebab menurut dia, dari daftar Presiden Jokowi tidak ada catatan apapun dari 10 nama capim KPK tersebut.

"Kami percaya kepada pansel. Kalau dalam pelanggaran etik ada pansel itu sudah menghentikan. Yak kan? proses itu telah terjadi dan muncullah 10 orang. 10 orang ini pasti orang yang terbaik," ungkapnya.

Meski begitu, dia menegaskan DPR akan tetap selektif untuk dalam memilih pimpinan KPK. Terlebih terkait dugaan pelanggaran dituduhkan koalisi masyarakat sipil kepada capim KPK.

"Ya kami tanyakan hal tersebut. Jadi bukan membahas kami tanyakan Anda dituduh melakukan pelanggaran lalu lintas benar enggak? Misalnya begitu. Ya kan," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Jokowi telah menyetujui 10 nama capim KPK hasil uji panitia seleksi. Keputusan Jokowi tersebut dikatakan Moeldoko sudah final.

"Ya sudah final lah (10 nama capim KPK)," ucap Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9).

Dengan begitu, 10 nama capim KPK itu siap diserahkan pemerintah ke DPR untuk uji fit and proper test. Moeldoko mengatakan, Jokowi meyakini bahwa pansel memiliki kredibilitas dalam menyeleksi capim KPK.

"Ya Presiden sudah memerintahkan mendelegasikan kewenangan kan pasti sudah memikirkan pada saat membentuk tim seleksi sudah memikirkan kredibilitas yang bersangkutan dan seterusnya," kata dia.

Berikut 10 nama capim KPK tersebut:

1. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata

2. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri

3. Auditor BPK, I Nyoman Wara

4. Jaksa, Johanis Tanak

5. Advokat, Lili Pintauli Siregar

6. Dosen, Luthfi Jayadi Kurniawan

7. Hakim, Nawawi Pamolango

8. Dosen, Nurul Ghufron

9. PNS Sekretaris Kabinet, Robi Arya

10. PNS Kementerian Keuangan, Sigit Danang Joyo.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Siapa Layak Pimpin KPK? Klik disini [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini