Napi Jadi Pengendali Narkoba, Ini Reaksi Pejabat Kemenkumham Riau

Sabtu, 1 Oktober 2022 00:03 Reporter : Abdullah Sani
Napi Jadi Pengendali Narkoba, Ini Reaksi Pejabat Kemenkumham Riau Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang narapidana Lapas Klas IIA Pekanbaru inisial F ditangkap tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru. Dia diduga mengendalikan peredaran 17.000 butir pil ekstasi.

"Pengungkapan pengedaran narkoba tersebut merupakan bentuk sinergi dan kerjasama antar jajaran Kemenkumham Riau dengan aparat penegak hukum lainnya. Dalam hal ini pihak Kepolisan," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau M Jahari Sitepu, Jumat (30/9).

Jahari menyebutkan, pihaknya akan menindak tegas para pelaku narkoba di lingkungan Kemenkumham Riau. "Kemenkumham Riau telah berkomitmen dan mendeklarasikan diri untuk ikut serta memberantas peredaran narkoba baik itu di lingkungan satuan kerja maupun di dalam lapas dan rutan di Riau. Kita juga akan menindak tegas para pelaku pengedar narkoba, baik dari petugas maupun bagi warga binaan (napi) yang terlibat," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Petugas Terancam Dipecat

Jahari telah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pemeriksaan. Apabila ada yang terlibat, dipastikan akan dipecat dan dikirim ke Nusa Kambangan. Terlebih lagi napi yang menjadi pengendali narkoba memiliki handphone.

"Jika petugas terlibat akan kita serahkan ke hukum. Kalau terbukti maka segera diusulkan PTDH dan dipindahkan ke Nusa Kambangan," katanya.

Untuk napi inisial F yang kembali terlibat narkoba, Jahari memastikan F akan dipindahkan ke sel khusus di Blok Pengendali Narkoba (BPN) yang sengaja disiapkan khusus untuk napi yang membangkang.

"Warga binaan yang masih mencoba mengendalikan narkoba dari dalam lapas, akan segera kita pindahkan ke BPN di Lapas Pekanbaru yang dilengkapi dengan sistem pengamanan maksimum. Proses lebih lanjut akan diusul pindah ke Lapas Maximum Security di Nusa Kambangan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru, Sapto Winarno menyampaikan napi inisial F itu ketahuan jadi pengedar narkoba usai kolaborasi lapas dengan pihak kepolisian.

"Koordinasi dan kolaborasi kita dengan kepolisian akan terus terlaksana agar tidak ada lagi image negatif masyarakat terhadap lapas," kata Sapto.

3 dari 3 halaman

Terungkap di Hotel

Sebelumnya, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru menangkap empat orang pengedar 17 ribu butir pil ekstasi. Kedua lokasi itu ada di hotel Ratu Mayang Garden dan perumahan di Jalan Tunas Jaya Kota Pekanbaru. Salah satu pelaku merupakan narapidana Lapas Pekanbaru.

"Keempat tersangka ditangkal di dua lokasi yang berbeda. Total ekstasi yang disita sebanyak 17.000 butir," ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi.

Budi menjelaskan, keempat tersangka adalah JRD (38), WS (34), RS (42) dan F. Untuk tersangka F, ternyata merupakan napi Lapas Pekanbaru.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Riyan Fajri menambahkan para tersangka ditahan untuk mempermudah proses penyidikan. Napi inisial F dijemput dari Lapas Pekanbaru untuk diperiksa polisi.

"Para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman mati, atau seumur hidup," tegas Fajri. [yan]

Baca juga:
Peredaran 17.000 Butir Pil Ekstasi Dikendalikan 1 Napi di Lapas Pekanbaru
Kesaksian Jaksa soal Eksekusi Mati Freddy Budiman, Ada Bau Wangi Setelahnya
Gagal, Penyelundupan Sabu via Drone ke Lapas Samarinda Tepergok Petugas
Penyelundupan 10 Kg Sabu Jaringan Segitiga Emas Dikendalikan dari Lapas di Kalsel
Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Lapas Cilegon, Charger HP Berisi Sabu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini