Nama Prabowo Disebut pada Sidang Suap Ekspor Benur, Ini Tanggapan KPK

Rabu, 28 April 2021 21:24 Reporter : Bachtiarudin Alam
Nama Prabowo Disebut pada Sidang Suap Ekspor Benur, Ini Tanggapan KPK Sidang untuk terdakwa mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/4). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto disebut dalam sidang perkara dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas terdakwa Edhy Prabowo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Menanggapi hal itu, juru bicara KPK Ali Fikri menilai bahwa seluruh keterangan yang muncul merupakan fakta persidangan yang nantinya akan dicatat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK.

"Seluruh keterangan saksi maupun fakta persidangan lainnya dalam perkara ini tentu telah dicatat oleh tim JPU KPK," kata Ali ketika dikonfirmasi, Rabu (28/4).

Nama Menhan Prabowo Subianto yang disebut saksi Ardi Wijaya selaku Manajer Ekspor Impor PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) ketika dikonfirmasi soal hasil berita acara pemeriksaan (BAP). Ali mengatakan, hal itu akan kembali dikonfirmasi kepada saksi-saksi lainnya.

"Tim JPU akan mengonfirmasi kembali kepada saksi-saksi yang akan dihadirkan pada agenda-agenda persidangan berikutnya. Berikutnya tentu jaksa akan simpulkan seluruh fakta-fakta tersebut pada bagian akhir persidangan," ujarnya.

"Kami kembali mengajak masyarakat dapat terus mengikuti dan mengawasi persidangan yang terbuka untuk umum ini," tambahnya.

Ditemui saat jeda persidangan, anggota JPU dari KPK, Ronald Worotikan, menjelaskan bila nama Prabowo Subianto disebut saksi Ardi Wijaya ketika pihaknya mengonfirmasi BAP nomor 27 yang didapat dari hasil perbincangan antara saksi dengan terdakwa Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP)

"Oh iya, jadi tadi kan di BAP saksi ahli itu ada komunikasi hasil sadapan. Dia (Ardi Wijaya) itu berkomunikasi dengan Pak Suharjito, nah di situ di BAP itu mengatakan dalam BAP itu Pak Suharjito itu ngomong PT ACK itu perusahaan khusus Prabowo," kata Ronald.

Padahal, lanjut Ronald, pihaknya tidak tahu siapa yang dimaksud Suharjito dalam percakapan yang tertuang dalam BAP tersebut. Oleh karena itu ke depannya, dia akan kembali mengonfirmasi nama Prabowo tersebut ke Suharjito langsung selaku orang yang menyebutkan.

"Nah kita kan tidak tahu ini Prabowo siapa, karena di sini menteri juga Pak Edhy Prabowo, nah kita emang enggak tahu. Maka kita tanyakan, menurut dia (Ardi saksi) perkataan Pak Suharjito, Prabowo siapa ini? Pak Edhy Prabowo atau Prabowo yang lain," terangnya.

"Iya, menurut dia perkataan Pak Suharjito itu Pak Prabowo Subianto. Tapi apakah benar atau tidak, tidak tahu, karena yang tahu itu Pak Suharjito. Nanti akan dikroscek ke Pak Suharjito," tambahnya.

Bantahan Pihak Prabowo Subianto

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menepis kabar terkait Prabowo turut andil dalam pengiriman izin benih lobster dari PT Aero Cipta Kargo (PT ACK). Dia menjelaskan PT tersebut bukan milik Prabowo.

"PT ACK itu bukan milik Pak Prabowo dan tidak ada kaitannya dengan Pak Prabowo," kata Dahnil saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/4).

Dia mengatakan nama Prabowo sering dicatut pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor benih benur lobster (BBL) atas terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dan kawan-kawan.

"Nama beliau sering dicatut orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi mereka, kita sangat sayangkan perilaku-perilaku tersebut," bebernya.

Seperti diberitakan, Direktur Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Ardi Wijaya mengatakan, bahwa berdasarkan informasi dari Suharjito selaku bosnya, alasan PT Aero Cipta Kargo (PT ACK) jadi satu-satunya pihak pengirim izin benih losbter karena ada pengaruh dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Ketika jaksa mencecar Ardi terkait obrolannya dengan Suharjito soal siapa pihak yang sehingga membuat PT ACK berhasil mendapatkan seluruh pengiriman ekspor benih lobster.

"Memang tidak secara spesifik pengendali PT ACK, memang ada diskusi dengan Suharjito. Dan diskusi itu di bulan Oktober," kata Ardi saat sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/4).

Setelah menanyakan hubungan dan pengetahuan saksi terkait PT ACK, jaksa kemudian mengonfirmasi terkait keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP) No 27 yang tercatut nama Prabowo Subianto ikut mendapatkan proporsi khusus pada keuntungan PT ACK.

"Suharjito kemudian oleh PT ACK itu tidak bisa dipecah oleh orang lain atau pergunakan orang lain. Karena punya Prabowo khusus. Karena menurut Suharjito untungnya Rp 30 miliar per bulan," kata jaksa bacakan BAP Ardi.

"Kalau ekspor 1 sampai 5 juta per bulan. Pasalnya menurut Suharjito adalah 1.500 x 5 juta ekor dan saya tanggapan biasanya uang itu cash dari pihak KKP. Ini saya dapat dari omongan, kalau sedang mengobrol," tambah jaksa.

Atas pertanyaan dari jaksa tersebut, lantas Ardi menangkap apa yang dimaksud Suharjito dalam percakapan itu terkait kepemilikan khusus Prabowo Subianto di PT ACK.

"Ini yang saya tangkap beliau pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo," kata Ardi

"Pak Prabowo siapa?" tanya jaksa.

"Pak Prabowo Menteri Pertahanan (Menhan)," jawab Ardi.

Dengan hal itu, Ardi pun memastikan berdasarkan obrolan dan penjelasan dari Suharjito, dia pun menyakini kalau yang dimaksud adalah Prabowo Subianto.

"Iya (Prabowo Subianto) karena di majalah-majalah sebelumnya itu dikait-kaitkan berhubungan dengan kader. Tapi saya tidak menanya balik, Tidak memperjelas," ujar Ardi.

"Karena Pak Suharjito yang ngomong?" tanya jaksa.

"Ya," timpal Ardi. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini