Musik hadrah iringi ajang international Tour de Banyuwangi Ijen

Jumat, 28 September 2018 09:55 Reporter : Endang Saputra
Musik hadrah iringi ajang international Tour de Banyuwangi Ijen Tsunenori Kikuchi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Etape kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 menjadi balap sepeda spesial dibandingkan dengan balap sepeda dunia lainnya. Pasalnya, di etape kedua dengan lintasan sepanjang 179,3 KM ini, dibuka dengan shalawat yang diiringi musik hadrah.

Start etape 2 Tour de Ijen yang berlangsung Kamis (26/9) ini mengambil titik start di Stasiun Kalibaru. Sepanjang persiapan lomba hingga pemberangkatan peserta di depan Stasiun Kalibaru, alunan shalawat dan musik hadrah terus berkumandang.

Bahkan, salah satu Commissaire 3 dari perwakilan federasi balap sepeda internasional - UCI, Tsunenori Kikuchi, turut menabuh rebana, bersama dengan pemain hadrah di atas panggung. Saking asyiknya, Kikuchi manggut-manggut meski tak mengerti apa yang dinyanyikan vokalis rebana ini.

"Balap sepeda internasional di dunia dan di negara manapun tidak ada pembukaan acara dilakukan dengan shalawat. Baru ada di Banyuwangi ini," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat memberangkatkan peserta di Stasiun Kalibaru.

Menurut Anas, dikumandangkannya shalawat di pembukaan etape kedua itu, sebagai bentuk mengangkat adat lokal di Banyuwangi. Tak hanya itu, shalawat, kata Anas, merupakan media persatuan dan kesatuan bangsa.

"Menurut Mbah Hasyim (KH Hasyim Wahid pendiri NU), olahraga, budaya dan dan agama menjadi satu nafas rakyat Indonesia. Makanya kita praktekkan sekarang ini, dan berhasil," ujarnya.

"Bahkan tadi salah satu Commissaire (Tsunenori Kikuchi) ikut main hadrah. Itu satu kebanggaan kita bahwa dia tertarik dengan shalawat ini," kata dia.

Dalam ajang Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018, berbagai adat, seni dan budaya Banyuwangi disuguhkan di start dan finish. Untuk etape kedua, selain shalawat juga disuguhkan tari Jakripah, Tarian Barong khas Banyuwangi. Sementara di finish, juga digelar musik hadrah dan gamelan using.

Tak hanya itu, di sejumlah titik yang dilalui pembalap, masyarakat juga antusias menyambut pembalap yang melintasi daerahnya. Berbagai atraksi seni ditampilkan, mulai dari Barong, musik tradisional, hingga Gandrung nampak menyambut para pembalap.

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 merupakan event sport yang dibalut pariwisata. Pada ajang ini, Banyuwangi sengaja memperkenalkan kecantikan alam, seni dan budayanya, lewat etape-etape yang akan dilalui para pesertanya.

Tahun ini, penyelenggaraan ITdBI sudah memasuki pelaksanaan ke-7. Tema yang dipilih adalah "Spirit of Blue Fire". Para peserta akan menempuh jarak sekitar 599 kilometer, yang terbagi dalam empat etape. Seluruh etape yang disiapkan, akan mengambil start di lokasi ikonik Banyuwangi. Beberapa spot baru, juga menjadi jalur etape para pembalap sepeda. [end]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini