Kepala BNN Anang Iskandar datangi KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko
Merdeka.com - PDI Perjuangan menggelar perayaan peringatan Hari Ibu di Kantor DPP di Lenteng Agung kemarin. Dalam perayaan itu, hadir langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beserta elite-elite pengurus DPP lainnya.
Di tengah memanasnya bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol Anang Iskandar yang kini menjabat Kepala badan Narkotika Nasional (BNN), muncul dalam perayaan itu. Anang menjadi pembicara Peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung.
Anang disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Kapolri menggantikan posisi Jenderal Sutarman. Selain sudah berbintang tiga, Anang juga menduduki posisi strategis sebagai Kepala BNN.
Apakah kehadiran Komjen Anang di kantor partai penguasa merupakan sinyal untuk calon Kapolri?
Hasto Kristianto. Merdeka.com/Dwi NarwokoPergantian Kapolri merupakan wewenang penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun sebagai partai pendukung utama, PDIP dianggap memiliki andil besar terhadap penentuan calon Kapolri.
Plt Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, kehadiran Komjen Pol Anang Iskandar dalam acara tersebut bukan mengenai rencana pergantian Kapolri. Ia menilai pergantian Kapolri merupakan keputusan Presiden Jokowi.
"Kapolri urusan presiden bukan PDIP," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Advertisement
Kepala BNN Anang Iskandar datangi KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwokoKepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Anang Iskandar, muncul di acara Peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung. Di acara yang dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu, Anang menjadi salah pembicara.
Saat ditanya kehadirannya di acara ini sekaligus untuk lobi kursi Kapolri, Anang membantah. "Sebagai narasumber," tegas Anang, Jakarta, Senin (22/12).
Dia memastikan tak ada tujuan lain atas kehadiran dirinya hari ini. Dia tak mau disangkutpautkan dengan urusan calon Kapolri baru. "Saya kepala BNN," tutupnya sembari tersenyum.
gedung Mabes POLRI. merdeka.com/Imam BuhoriDosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Bambang Widodo Umar mengatakan, Presiden Jokowi dalam memilih calon Kapolri harus melandasi niatnya dalam mewujudkan Revolusi Mental yang dia usung. Oleh karena itu, calon Kapolri mendatang dituntut tidak memiliki catatan dugaan korupsi ataupun pelanggaran HAM.
"Calon Kapolri lebih baik dipilih dari pejabat tinggi polisi yang bintang tiga," kata Bambang kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (23/12).
Selain itu, lanjut Bambang, kriteria calon Kapolri juga harus memiliki integritas moral yang tinggi, dedikasi terhadap tugas dan independen. Jika pertimbangan politik yang digunakan, maka cita-cita yang diinginkan Presiden Jokowi akan sulit terealisasi.
"Selain itu, calon Kapolri harus berani membersihkan diri ke dalam organisasi terutama pejabat yang bermental korup," tandasnya.
Advertisement
Istri Polisi di Banjarmasin Jadi Bandar Arisan Fiktif Dihukum 1 Tahun 9 Bulan Penjara
Sekitar 11 Menit yang lalu
Naik Motor Bonceng Tiga, Seorang Ibu di Tangerang Tewas Terlindas Truk
Sekitar 24 Menit yang lalu
Seluruh Daerah Berstatus PPKM Level 1, Kemendagri Dorong Percepatan Vaksinasi Booster
Sekitar 34 Menit yang lalu
Mekanisme Perawatan Jemaah Selama di RS Saudi, Biaya Ditanggung Pemerintah
Sekitar 50 Menit yang lalu
Penyebab Kematian Terbanyak Jemaah Haji karena Cardiovaskular
Sekitar 1 Jam yang lalu
Tarik Menarik Kasus Brigadir J di Meja Penyidik
Sekitar 2 Jam yang lalu
Kekasih Brigadir J, Pernah Diperiksa Polisi Kini Berada di Safe House
Sekitar 3 Jam yang lalu
Kuota Haji Kemungkinan Meningkat, Ganjar Berencana Bangun Asrama Baru di Pantura
Sekitar 6 Jam yang lalu
Pengunjung Bar di Denpasar Dilempar Kursi dan Ditusuk Pakai Gunting
Sekitar 7 Jam yang lalu
Dipaksa Minum Pil KB, 7 ABG di Lubuklinggau Dijual Rp300 Ribu
Sekitar 7 Jam yang lalu
Pencuri Nekat Bobol Minimarket Dekat Kantor Polisi di Tasikmalaya
Sekitar 8 Jam yang lalu
Imbas Tawuran, Pelajar SMAN 11 Tangsel Diliburkan dan Sekolah Dijaga Polisi
Sekitar 8 Jam yang lalu
Kala Museum Aceh Bangkitkan Minat Baca Generasi Muda Lewat Pameran Literasi
Sekitar 9 Jam yang lalu
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Potret Ultah Cucu Jokowi Sedah Mirah yang Ke-4, Paras Cantiknya Curi Perhatian
Sekitar 2 Jam yang lalu
Upacara HUT ke-77 RI Digelar Terbuka, Istana Undang Eks Presiden & Ribuan Masyarakat
Sekitar 18 Jam yang lalu
Megawati akan Bertemu Jokowi, Bahas Menpan RB Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 1 Hari yang lalu
Relawan Jokowi Gelar Musyawarah 27 Agustus Bahas Figur Capres
Sekitar 2 Hari yang lalu
ASEAN Para Games XI, 10 Atlet Renang Positif Covid-19
Sekitar 11 Jam yang lalu
Melawan Virus dengan Mikroba Demi Masa Depan Dunia
Sekitar 19 Jam yang lalu
Menteri Nadiem Terbitkan Edaran Setop Sementara PTM
Sekitar 1 Hari yang lalu
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Sekitar 3 Minggu yang lalu
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Mantan Presiden Rusia Beberkan Peta Baru Ukraina di Masa Depan
Sekitar 53 Menit yang lalu
Pengusaha Gandum di Ukraina Tewas Akibat Serangan Rusia
Sekitar 1 Jam yang laluAdvertisement
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami