Mulai 30 Desember, Pengunjung Kawasan Bromo Wajib Rapid Test Antigen

Senin, 28 Desember 2020 14:43 Reporter : Darmadi Sasongko
Mulai 30 Desember, Pengunjung Kawasan Bromo Wajib Rapid Test Antigen Foto Gunung Bromo diunggah akun resmi instagram. ©2020 Merdeka.com/@instagram

Merdeka.com - Pengunjung Kawasan Wisata Gunung Bromo diwajibkan rapid test antigen terhitung mulai 30 Desember 2020. Wisatawan harus menyertakan surat hasil negatif rapid test antigen sebelum berliburan tahun baru.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mewajibkan surat keterangan tersebut diserahkan tiga hari sebelum mengunjungi destinasi wisata kawasan Gunung Bromo. Ketentuan tersebut diberlakukan mulai 30 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.

"Pengunjung wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen paling lama tiga hari sebelum kunjungan," kata Plt Kepala BB-TNBTS Agus Budi Santoso di Malang, Senin (28/12).

Selain itu juga diterapkan pembatasan kunjungan maksimal 30 persen atau 1.001 Orang dari daya dukung dan tampung. Kuota tersebut diterapkan hingga 8 Januri 2021.

Jumlah pengunjung destinasi wisata telah ditetapkan kuotanya dengan rincian Bukit Cinta 35 Orang, Penanjakan 214 Orang, Bukit Kedaluh 107 Orang, Savana Teletabies/ Laut Pasir 520 Orang dan Mentigen 125 Orang.

Selama kunjungan, wisatawan wajib melaksanakan protokol kesehatan yakni mengenakan masker, menghindari kerumunan dengan menjaga jarak, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer serta membuang sampah pada tempatnya.

"Pengunjung wajib memperhatikan dan mentaati pilihan site kunjungan sesuai dengan tiket yang sudah dipesan melalui booking online," jelasnya.

"Pengunjung Savana Teletabies atau Laut Pasir juga baru diizinkan masuk setelah pukul 06.00 WIB," terangnya.

Agus menegaskan ketentuan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan munculnya klaster baru selama libur panjang tahun baru. Semua pihak diharapkan mendukung langkah tersebut mengingat sektor pariwisata merupakan sektor berdampak bagi masyarakat.

Pariwisata kawasan TNBTS mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat penyangga di Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini