MUI: Zakat Bisa Didedikasikan untuk Penanggulangan Covid-19

Senin, 12 April 2021 20:01 Reporter : Merdeka
MUI: Zakat Bisa Didedikasikan untuk Penanggulangan Covid-19 Biar Pahala Terus Mengalir Usai Ramadan Yuk Tunaikan Kewajiban Zakat Maal. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam mengatakan bahwa kewajiban berzakat bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat bisa didedikasikan untuk penanggulangan Covid-19.

"Maka, zakat bisa didedikasikan dan juga diarahkan untuk penanggulangan Covid-19, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung," katanya dalam konferensi pers secara virtual, seperti dilansir Antara, Senin (12/4).

Menurut dia, umat Islam, khususnya yang telah memenuhi syarat, memiliki kewajiban untuk memberikan zakat fitrah, mal, fidyah, dan sedekah. Zakat fitrah yang biasanya diselenggarakan di akhir Ramadan, katanya, boleh dilakukan saat awal Ramadan.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengejar nilai manfaat dari zakat itu sendiri yakni membantu atau meringankan beban mustahik, apalagi bagi mereka yang terdampak Covid-19. "Nah, ini bisa dilakukan di awal Ramadan untuk mengoptimalkan nilai manfaat zakat bagi kemaslahatan mustahik yang terdampak Covid-19," katanya.

Ia juga mengajak agar Ramadan kali ini dibangun dengan optimisme bahwa akan lebih baik dari sebelumnya. Umat Islam tidak hanya meningkatkan ibadah batiniahnya saja termasuk memperbanyak ibadah lahiriah.

"Untuk merealisasikan tujuan zakat untuk meringankan beban para mustahik. Etos keagamaan bisa didayagunakan secara optimal untuk penanggulangan Covid-19. Dan tanggung jawab mewujudkan kesadaran publik dalam penanganan Covid menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya urusan sosial kemasyarakatan tetapi urusan keagamaan," katanya.

Di samping itu, dia juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, apalagi Ramadhan tahun ini terdapat sejumlah pelonggaran dalam menjalankan ibadah.

"Kesadaran masyarakat kita, jangan sampai kemudian komitmen pemerintah untuk melonggarkan aktivitas sosial ini disalahpahami oleh masyarakat, sehingga apa yang boleh dan apa saja yang tidak," demikian Asrorun Niam. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini