MUI: Sebaik-baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

Sabtu, 28 Maret 2020 13:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
MUI: Sebaik-baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah Konpers MUI Terkait Penanganan Corona. ©2020 Foto BNPB

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan dan memperbanyak salat serta ibadah di rumah. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh mengatakan sebaik-baiknya salat adalah di rumah.

Menurutnya, ada hikmah di balik peristiwa Covid-19. Yaitu penguatan ketahanan keluarga dan penguatan kekuatan ibadah di dalam rumah.

"Rasulullah SAW menegaskan di dalam hadis shahihnya bahwa sebaik-baik ibadah salat yang dilaksanakan oleh hamba di dalam hal ini umat Islam yakni salat yang dilaksanakan di rumah," ujarnya di Jakarta, Sabtu, (28/3).

Dia mengatakan bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di masjid atau musala, tetapi di rumah kita masing-masing.

"Salat di rumah itu adalah keutamaan. Sebaik-baik salat yang dilakukan adalah salat di rumah, kecuali salat-salat yang memang terikat pelaksanaannya di masjid seperti salat tahiyatul masjid," kata dia.

1 dari 2 halaman

Fatwa Bukan Larang Beribadah

Dia mengatakan, bahwa MUI telah mengingatkan terkait dengan konten fatwa MUI yang sudah ditetapkan pada 16 Maret 2020, Fatwa Nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan ibadah dalam wabah Covid-19.

"Bukan melarang ibadah, tapi justru pada kesempatan wabah ini ibadah harus ditingkatkan sebagai bentuk ikhtiar batin kita. Tetapi untuk kontribusi kita menyelamatkan jiwa maka salah satu protokol kesehatan yang dijaga bersama adalah meminimalisir kerumunan," kata dia.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya mengimbau kepada segenap jajaran struktural dan warga NU di Kota Pahlawan, Jawa Timur untuk melaksanakan salat lima waktu berjamaah bersama keluarga di rumah, sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri, PCNU Surabaya telah membuat dua surat terkait penanganan COVID-19, yakni Surat Seruan Nomor: 935/PC/A.II/L-1/III/2020 dan Surat Edaran Nomor: 934/PC/A.II/L-1/III/2020 yang ditujukan kepada jajaran struktural dan warga NU se-Surabaya.

Adanya dua surat dari PCNU Surabaya tersebut menindaklanjuti instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor: 3952/C.I.34/03/3030 tentang Protokol NU Peduli COVID-19 dan juga instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, sebagai upaya lanjut menahan laju dan memutus rantai sebaran Virus Corona. [rhm]

Baca juga:
Tausiyah MUI Sumut Hadapi Covid-19, Haramkan PDP ke Tempat Umum Termasuk Masjid
MUI Keluarkan Fatwa Tata Cara Salat Bagi Tenaga Medis yang Tangani Corona
MUI Gelar Rapat Fatwa Ibadah Tenaga Medis dan Pengurusan Jenazah Terpapar Corona
Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Soal Jenazah Pasien Covid-19
Hukum Meninggalkan Salat Jumat di Tengah Wabah Virus Corona, Begini Penjelasannya
MUI Kabupaten Bekasi: Salat Jumat Tetap di Masjid, Khutbah Dipersingkat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini