MUI minta masyarakat tak terprovokasi atas pembakaran bendera berkalimat tauhid

Rabu, 24 Oktober 2018 16:16 Reporter : Jayanti
MUI minta masyarakat tak terprovokasi atas pembakaran bendera berkalimat tauhid Saresehan Ulama-Umara Se-DKI Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar HS mengungkapkan dirinya tersinggung atas kejadian pembakaran bendera menyerupai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terdapat tulisan tauhid di Garut. Namun dia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atas kejadian ini dan menyerahkan ke polisi untuk diselesaikan.

"Kita memang tersinggung, secara pribadi sebagai umat Islam dan ketua MUI juga merasa tersinggung. Saat ini masyarakat enggak mau tahu pokoknya bendera tauhid dibakar, ini yang perlu dikasih pengertian supaya mereka ngerti jangan sampai terprovokasi dan di adu domba," ungkap Munahar saat acara deklarasi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

"Tetapi kan ini negara hukum kita percayakan polisi agar tangkap, kalau perlu siapa pimpinan intelektualnya, apa memang ada cara-cara sengaja mau adu domba kita," sambungnya.

MUI pun menggelar acara deklarasi damai berharap agar insiden tersebut tak berimbas ke Jakarta. Acara ini dihadiri perwakilan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya juga ormas islam seperti FPI, Muhammadiyah, dan NU.

"MUI lakukan ini sebagai inisiatif menyikapi kondisi yang terjadi khususnya di Garut, kita menginginkan agar Jakarta ini kondusif agar tidak dimasukin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar dia.

Munahar menegaskan pihaknya akan melakukan komunikasi lebih jauh dengan pihak Banser perihal kejadian ini. "Semua akan kita komunikasi, kita serahkan ke pihak yang berwenang untuk selesaikan secara profesional," tegas dia.

Sebelumnya, pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) organisasi di bawah Gerakan Pemuda (GP) Ansor menganggap aksi itu sebagai reaksi provokasi Hari Santri Nasional pada Senin(22/10).

Video anggota Banser membakar bendera itu viral di media sosial dan menuai banyak kritik dari banyak pihak. Polisi sudah mengamankan tiga orang terkait insiden itu. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini