MUI Kaji Salat Jumat Tiga Gelombang

Kamis, 28 Mei 2020 14:42 Reporter : Merdeka
MUI Kaji Salat Jumat Tiga Gelombang Suasana Salat Id di Berbagai Negara Dunia. ©2020 AFP/ANWAR AMRO

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyadari, bahwa tempat ibadah seperti Masjid bisa mulai dibuka lagi, saat new normal diterapkan.

"Kita tetap meminta semua orang untuk tetap memperhatikan dan mematuhi protokol medis yang ada karena kalau tidak resiko terjadinya penularan dari virus tersebut tentu akan sangat besar," kata Sekjen MUI Anwar Abbas, Kamis (28/5/2020).

Salah satu yang menjadi tantangan menurut dia, adalah bagaimana menjaga jarak. Misalnya, di hari Jumat biasanya jamaah membludak.

"Di hari Jumat biasa saja mesjid yang ada sudah tidak muat apalagi kalau jarak antara jamaah yang satu dengan lainnya minimal berjarak 1 meter. Tentu hal ini adalah tidak mungkin dan jelas akan sangat menyusahkan para jamaah," kata Anwar.

Karena itu, dia meminta Komisi Fatwa MUI untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan salat Jumat di tengah wabah covid-19 ini, dilakukan secara bergelombang.

"Misalnya gelombang pertama jam 12, kedua jam 13 dan ketiga jam 14 karena dengan demikianlah masalah jarak dan keterbatasan space akan bisa teratasi," ungkap Anwar.

"Atau kita juga bisa mengatasi masalah tersebut dengan menambah dan memperbanyak tempat penyelenggaraan Salat Jumat yang sifatnya sementara, dengan mengubah aula atau ruang pertemuan misalnya untuk menjadi tempat pelaksanaan salat," lanjut dia.

Menurut dia, ini penting dan perlu dikaji oleh Komisi Fatwa MUI agar umat dapat menyelenggarakan salat Jumat dengan baik dan tenang.

"Karena tanpa itu, prinsip physical distancing jelas akan terlanggar dan hal itu jelas tidak baik. Karena jelas akan membahayakan jamaah dan kita tentu tidak mau hal itu terjadi," pungkasnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. MUI
  3. Salat Jumat
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini