MUI Ajak Masyarakat Berantas Pinjol Ilegal Lewat Lembaga Keuangan Syariah

Jumat, 22 Oktober 2021 14:11 Reporter : Merdeka
MUI Ajak Masyarakat Berantas Pinjol Ilegal Lewat Lembaga Keuangan Syariah ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyoroti fenomena pinjaman online atau pinjol ilegal yang marak di masyarakat. Publik khususnya umat muslim pun diajak memberdayakan lembaga keuangan syariah demi memberantas pinjol ilegal.

Wakil Sekretaris Dewan Syariah Nasional MUI, Setiawan Budi Utomo menyampaikan, salah satu bentuk lembaga keuangan syariah yang perlu didorong adalah lembaga keuangan syariah mikro.

"Lembaga keuangan mikro bisa menjadi solusi atas masalah pinjol ilegal," tutur Setiawan dalam keterangan diskusi MUI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jumat (22/10).

Setiawan mengatakan, lembaga keuangan syariah diharapkan dapat meluaskan jangkauannya ke berbagai lapisan masyarakat. Terlebih, ada lebih dari 200 juta muslim yang mestinya dapat membuat lembaga keuangan syariah lebih berkembang.

"Sekarang porsi perbankan syariah baru 6,5 persen dari keseluruhan perbankan nasional," kata Setiawan.

Ketua Bidang Ekonomi Syariah dan Halal MUI, Salahuddin Al Ayub menambahkan, Indonesia memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) yang bernilai hingga triliunan rupiah. Hal ini dapat menjadi solusi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, alih-alih menggunakan pinjol ilegal.

"Potensi ini belum termanfaatkan sepenuhnya," kata Salahuddin.

Menurutnya, Badan Wakaf Indonesia dan BAZNAS memperkirakan setiap tahunnya Ziswaf baru terkumpul rata-rata Rp 80 triliun. Padahal, potensi ZIS bisa mencapai Rp 233 triliun dan wakaf paling sedikit Rp 180 triliun per tahun.

Sementara, berbagai lembaga penelitian hingga internasional pun mencatat bahwa warga Indonesia menjadi masyarakat yang paling dermawan. Kondisi tersebut dinilai perlu dikelola dengan baik agar menjadi modal dalam upaya bangkit dari pandemi Covid-19.

"MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa untuk memanfaatkan Ziswaf dalam penanggulangan pandemi. MUI antara lain berfatwa bahwa dana yang terkumpul dari Ziswaf bisa dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi," Salahuddin menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra [ray]

Baca juga:
Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, 13 Orang Diamankan
Polisi Tangkap 45 Tersangka Pinjol Ilegal
Penagih Pinjol: Bergaji Rp15 Juta Sebulan Hingga Kirim SMS ke Ribuan Nomor
Polisi Tangkap 2 Tersangka Terkait Pinjaman Online Ilegal di Pontianak

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pinjaman Online
  3. MUI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini