Muhammadiyah: Pemerintah Harus Adil, Jangan Hanya Tegas Kepada FPI

Rabu, 30 Desember 2020 19:51 Reporter : Merdeka
Muhammadiyah: Pemerintah Harus Adil, Jangan Hanya Tegas Kepada FPI Abdul Muti. ©Instagram.com/abe_mukti

Merdeka.com - PP Muhammadiyah turut merespons pelarangan dan penghentian kegiatan maupun atribut terkait organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI). Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menuntut pemerintah berlaku adil, bukan hanya tegas terhadap FPI dan melempem kepada ormas lain yang tak memiliki kedudukan hukum.

"Meski demikian, Pemerintah juga harus adil. Jangan hanya tegas kepada FPI. Kalau ternyata ada Ormas lain yang tidak memiliki SKT, Ormas itu juga harus ditertibkan," kata Abdul Mu'ti lewat unggahan di jejaring sosial Instagram pribadinya @abe_mukti, Rabu (30/12).

Dia meminta pemerintah juga menindak tegas jika terdapat organisasi masyarakat di luar FPI yang dalam kegiatannya dianggap meresahkan masyarakat. Menurut Mu'ti, hukum harus ditegakkan terhadap semua pihak tanpa pandang bulu.

"Demikian halnya kalau ada ormas yang kegiatannya meresahkan masyarakat, suka melakukan sweeping dan main hakim sendiri. Semua harus ditindak tegas. Hukum harus ditegakkan pada semuanya," ujar dia.

Dia juga mempertanyakan mengapa keputusan pembubaran FPI baru diumumkan sekarang. Padahal menurut Mu'ti, jika alasan pembubaran lantaran FPI sudah tak memiliki surat keterangan terdaftar (SKT), maka FPI telah ilegal sejak 2019 silam.

"Kalau alasan pelarangan FPI karena tidak memiliki izin atau surat keterangan terdaftar (SKT) sudah habis masa berlaku, maka organisasi itu sudah dengan sendirinya dapat dinyatakan tidak ada atau ilegal. Jadi, sebenarnya Pemerintah tidak perlu membubarkan karena secara hukum sudah bubar dengan sendirinya. Cuma masalahnya kenapa baru sekarang?" tanyanya.

Baca Selanjutnya: Masyarakat Diminta Tak Bereaksi Berlebihan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini