Muhadjir Effendy Wariskan Sistem PPDB Zonasi Kepada Nadiem Makarim

Rabu, 23 Oktober 2019 18:29 Reporter : Ronald
Muhadjir Effendy Wariskan Sistem PPDB Zonasi Kepada Nadiem Makarim Mendikbud Nadiem Makarim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku tak punya pesan untuk Nadiem Makarim, yang telah menggantikan posisinya. Namun, ia meyakini kalau mantan Ceo Gojek itu punya program bagus untuk pendidikan Indonesia.

"Saya kira mempelajari situasi itu betul. Kemudian kan sudah ada rencana strategis pendidikan, nanti bisa dievaluasi, mana yang kira-kira harus dilanjutkan dan mana yang perlu diperbarui. Dan tentu juga, beliau, Mas Nadiem juga akan merilis program-program baru yang sudah dicanangkan oleh Pak Presiden (Joko Widodo)," katanya di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

Terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi yang pernah ia cetuskan, Muhadjir mengaku hal itu bisa saja diubah oleh Nadiem. Sehingga, ia menyerahkan program itu kepada Nadiem.

"Nanti kan pasti dari pejabat eselon I, II, dan staf akan memberi masukan-masukan. Kita serahkan sepenuhnya pertimbangan kepada menteri yang baru untuk mengambil keputusan," katanya.

Sebelumnya, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi disebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan memeratakan kualitas sekolah di Indonesia. Pemerataan ini terjadi karena tak ada lagi status favorit bagi sekolah tertentu.

Muhadjir menilai dengan dihapusnya label sekolah favorit akan membuat sekolah sama status dan kualitas. Sehingga pemerataan kualitas sekolah bisa terjadi.

Nantinya setiap sekolah setelah penerapan sistem zonasi akan mempunyai standar minimum yang sama. Standar minimum ini baik dari segi pengajaran maupun fasilitas sekolah.

"Iya (PPDB sistem zonasi akan menghapus label sekolah favorit). Yang favorit itu harus anak. Jadi setiap sekolah, semua sekolah nanti harus bagus, harus favorit. Standar pelayanan minimum harus terpenuhi," kata Muhadjir di Kantor PP Muhammadiyah, Kamis (30/5). [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini