Muhadjir dan Nadiem Salat Jumat Bareng di Kemendikbud

Jumat, 25 Oktober 2019 13:39 Reporter : Merdeka
Muhadjir dan Nadiem Salat Jumat Bareng di Kemendikbud Mendikbud Nadiem dijemput Menko PMK Usai Salat Jumat. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Hari-hari pertama menjabat sebagai Mendikbud Nadiem Makarim masih berkenalan dan beramah tamah dengan staf-staf di lingkungan Kemendikbud.

Nadiem telah berada di kantor sejak pagi hari, namun hingga siang masih enggan menemui media. Hingga pada pukul 11.45 WIB, Menko PMK Muhadjir Effendy tiba di lobi Gedung A Kemendikbud, Nadiem baru keluar dan menemui di lobi.

"Saya kangen (Pak Nadiem), ini mau Jumatan bareng," kata Muhadjir di Kemendikbud, Jumat (25/10).

Keduanya tampak berbaju batik dan berpeci. Bedanya Nadiem sudah siap menjalankan salat dengan sandal jepit hijau, sementara Muhadjir masih mengenakan sepatu.

"Senang sekali ada bapak," ucap Nadiem.

Kehadiran Nadiem dan Mudhadjir mencuri perhatian para pekerja Kemendikbud. Saat berjalan menuju Masjid Kemendikbud, beberapa pekerja ingin selfie bersama Nadiem.

Sebelum adzan berkumandang, Nadiem diberi kesempatan untuk memberikan sepatah-dua patah kata. Diketahui Jumat ini adalah Salat Jumat pertama Nadiem di Masjid Kemendikbud

"Terima kasih atas sambutannya, mohon maaf kalau masih sedikit kaku," kata Nadiem.

1 dari 1 halaman

Muhadjir Bela Nadiem

Dalam kesempatan itu, Muhadjir yang pernah jabat Mendikbuk membela Nadiem dari tudingan yang menyebut mantan bos GO-JEK kurang berkompeten. Hal itu terkait bidang keilmuan Nadiem yang merupakan bisnis bukan pendidikan.

Menurut Muhadjir, bahkan dirinya yang berlatar belakang keilmuan pendidikan saja masih di-bully dari berbagai pihak saat dulu baru menjabat. "Ah biasa, dulu saya kan dulu juga di-bully waktu awal," kata Muhadjir.

Menko PMK itu menyebut, dengan adanya bully-an harus dapat memacu Nadiem untuk membuktikan dirinya mampu. "Justru itu saatnya untuk Pak Menteri membuktikan beliau bisa melakukan, tidak seperti yang dibayangkan orang semua," ucapnya.

Penunjukan Nadiem sebagai Mendikbud, kata Muhadjir, merupakan perubahan strategi Presiden Jokowi untuk percepatan program. Ia mengibaratkan strategi sepak bola, saat ini yang dilakukan Jokowi adalah strategi menyerang sehingga dibutuhkan menteri dengan karakter menyerang.

"Presiden itu sama dengan manajer sepak bola, hanya lapangannya saja lebih luas, lebih kompleks dan perubahan strategi. Pak Presiden saat ini sedang mengubah strategi, saya tafsirkan periode pertama beliau itu defensif, setelah kemarin defensif konsolidasi, sekarang saatnya strategi menyerang," tuturnya.

"Nah untuk menyerang itu dibutuhkan pemain yang mempunyai karakter menyerang, jadinya strategi menyerang dipilih yang lincah energinya masih penuh, kecepatan tinggi, itu saya kira itu ada di Pak Nadiem. Sangat optimis, saya sebagai Menko akan terus mensupport," ia menandaskan.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com

[eko]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini