Muatan lebih lewat Toyogo, truk bakal didenda Dishub Sragen

Minggu, 21 September 2014 16:49 Reporter : Arie Sunaryo
Truk bermuatan solar 50 ton. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Perhubungan akan melakukan penertiban terhadap kendaraan angkut barang yang melintasi ruas jalan Solo- Surabaya, mulai 29 September mendatang. Dinas Perhubungan akan memberlakukan sanksi berupa denda apabila kendaraan angkut barang yang melintasi jembatan timbang Toyogo, Sragen, kelebihan muatan hingga lebih dari 25 persen.

Kepala Unit Pelaksana Perhubungan (UPP) Wilayah Surakarta, Djoko Widodo mengatakan, aturan tersebut diberlakukan sesuai instruksi gubernur perihal pengawasan angkutan barang melalui jembatan timbang, termasuk jembatan timbang di Toyogo, Sragen yang setiap harinya memeriksa muatan ratusan truk angkutan barang.

"Semua truk yang melintas di jembatan timbang Toyogo kami lihat berat muatannya. Para sopir tidak perlu turun dari atau dicek kelayakan suratnya. Bila terjadi pelanggaran kelebihan muatan, maka sopir langsung kita denda sesuai dengan level kelebihannya," ujar Djoko di Sragen, Jawa Tengah, Minggu (21/9).

Selain itu, lanjut Djoko, kendaraan angkut barang yang kelebihan berat hingga lebih dari 25 persen juga akan ditilang dan dilarang jalan. Djoko mengaku, Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi penerapan aturan tersebut hingga 28 September mendatang agar pada 29 September, aturan bisa langsung diberlakukan

"Ada 10 provinsi yang menyepakati aturan penindakan angkutan barang. Hingga 28 september kita sosialisasikan kesepakatan itu. Mulai 29 september angkutan barang yang kelebihan muatan 25 persen dari jumlah berat yang diizinkan akan ditilang dan dilarang jalan," tegasnya.

Meski Dinas Perhubungan mengklaim sudah melakukan sosialisasi sejak 8 September lalu, namun beberapa sopir yang ditemui merdeka.com mengaku belum mengetahui tentang peraturan tersebut. Para supir menilai aturan ini kurang pas lantaran bisa mengganggu kelancaran pekerjaannya.

"Kalau ini diterapkan secara adil sih saya setuju saja mas," ungkap salah satu sopir, Muhammad Sobari. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kementerian Perhubungan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.