KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

MPR minta TNI AL tak takut hadapi China terkait penjagaan di Natuna

Senin, 28 Maret 2016 16:13 Reporter : Marselinus Gual
Kapal Perang TNI AL latihan bareng 16 negara di Selat Singapura. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang meminta TNI Al tak perlu takut menghadapi tekanan China terkait penjagaan perairan Natuna, Maluku. Kasus penangkapan delapan nelayan China dan masuknya kapal penjaga pantai China adalah bentuk pelanggaran hukum internasional.

"Kita harus berani. Itu wilayah kita dan TNI AL mengamankan wilayah kita," kata Oesman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3).

Namun demikian, dia meminta agar rakyat Indonesia memahami diri dan bersikap bijak atas agresi China ini. Oesman mengatakan tidak perlu semua orang bicara jika tidak memahami hukum dan UU kelautan.

"Ini urusan laut. Kita punya AL dan aturan laut. Mari kita dengar putusannya, jangan omong apa yang tidak kita ngerti. Ini kita ngomong tapi kita tidak ngerti gimana? Ada yang bisa omong dan mereka harus omong," tukas dia.

Seperti diketahui sebelumnya, tim penyidik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengincar sebuah kapal berbendera China pada Sabtu (19/3) lalu. Operasi gabungan KKP dibantu TNI AL di atas Kapal KP Hiu 11 itu mengitari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Target operasi yang berhasil diidentifikasi adalah kapal Kway Fey 10078. Para petugas di atas KP Hiu menangkap basah para pelaku pencurian ikan (illegal fishing) pukul 14.15 WIB. Penangkapan ini terjadi di wilayah Indonesia, tepatnya 4,34 km dari garis pantai Pulau Natuna. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.