Momen Menteri Agama disentil siswa berkebutuhan khusus soal madrasah

Selasa, 8 Agustus 2017 14:32 Reporter : Purnomo Edi
Momen Menteri Agama disentil siswa berkebutuhan khusus soal madrasah Kenichi Satria Kaffah. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang siswa tunanetra bernama Kenichi Satria Kaffah membacakan sebuah karya milik Menteri Agama Lukman Hakim saat pembukaan acara Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma), Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Expo Madrasah yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (7/8) malam. Kenichi membacakan puisi itu di depan Lukman Hakim yang hadir di pembukaan acara tersebut.

"Puisi itu diambil dari twitter Pak Menteri. Makanya ada kata hashtagnya. Puisi itu judulnya Agama Konstitusi dan Kita," jelas Kenichi.

Pelajar kelas IX di MTsN 19 Jakarta ini menceritakan bahwa puisi karya Lukman Hakim itu berisi tentang pesan kemanusiaan. Berkisah tentang saling tolong menolong antar umat beragama. Bagaimana umat beragama saling bersilaturahmi.

Dipercaya membacakan karya Lukman Hakim di depan si pembuat karya dan ribuan peserta Aksioma, KSM dan Expo Madrasah mengaku bangga. Sebab, lanjut Kennichi, tak semua anak berkebutuhan khusus mendapatkan kepercayaan untuk tampil di acara tersebut.

"Bangga bisa dipilih sama Kanwil Kementerian Agama Jakarta untuk tampil di pembukaan acara. Kebetulan membaca puisinya di depan Pak Menteri langsung," ungkap Kenichi.

Kenichi menyampaikan bahwa dirinya berharap kepada Lukman Hakim agar membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar bisa bersekolah di madrasah-madrasah yang ada di bawah Kementerian Agama. Kesempatan bersekolah di madrasah menurut Kenichi bisa membuat teman-temannya yang berkebutuhan khusus memiliki kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan.

"Saya ingin memerjuangkan teman-teman berkebutuhan khusus agar bisa bersekolah di madrasah maupun sekolah lainnya. Untuk itu Pak Menteri harus membuka kesempatan seluas-luasnya kepada teman-teman berkebutuhan khusus agar bisa diterima di madrasah-madrasah di Indonesia," urai Kenichi.

Kenichi juga berharap agar bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di madrasah bisa mendapatkan beasiswa khusus. Beasiswa ini, kata Kenichi, agar para peserta didik berkebutuhan khusus tak terlalu tertinggal dalam mengejar pelajaran di madrasah.

"Beasiswanya dalam bentuk uang saja. Karena kebutuhan kami (siswa berkebutuhan khusus) berbeda dengan kebutuhan yang lainnya. Kadang buat saya pas tapi buat teman yang lain belum pas juga," tutur Kenichi.

Kenichi pun juga meminta agar Lukman Hakim bisa menambah fasilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang bersekolah di madrasah. Sebab, belum semua madrasah memiliki fasilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

"Kalau di sekolah saya (MTsN 19 Jakarta) sudah ada fasilitasnya. Semoga di sekolah (madrasah) lainnya juga mendapatkan fasilitas yang sama. Kalau fasilitasnya sudah ada kan teman-teman berkebutuhan khusus bisa banyak yang masuk ke madrasah," tutup Kenichi. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini