Momen haru ABG perempuan korban human trafficking bertemu orangtua

Jumat, 14 September 2018 03:32 Reporter : Merdeka
Momen haru ABG perempuan korban human trafficking bertemu orangtua ES korban perdagangan orang dipertemukan orangtua. ©2018 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - ES tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika bertemu dengan kedua orang tuanya di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (13/9). Wanita yang baru berusia 16 tahun itu merupakan korban perdagangan orang jaringan Malaysia.

ES dipertemukan oleh ayah dan ibunya setelah ia pamit untuk bekerja di Ibukota. Namun, niat baiknya itu malah membawa ES menjadi korban perdagangan manusia.

Saat dipertemukan, ES tampak terisak. Ia tak kuat menahan tangis di depan ayah dan ibunya, O dan E. Sambil menangis, ES tampak bersujud di depan ayah dan ibunya.

Ibu ES, E juga berlinang air mata. Ia tampak memeluk erat anaknya, sejak terakhir kali bertemu pada akhir Agustus 2018 lalu.

Pertemuan dengan orangtuanya ini adalah kali pertama sejak ia dijual secara ilegal ke Malaysia bulan lalu. Jepretan kamera pewarta foto pun menghujani mereka. Sampai akhirnya, personel polisi wanita mendatangi ES dan keluarganya, 'mengevakuasinya' ke sebuah ruangan.

Ibu ES, E mengaku tak menyangka anaknya bakal menjadi korban perdagangan manusia. Ia pun bersyukur anaknya bisa selamat dari tindak kejahatan itu.

"Alhamdulillah bisa balik lagi. Saya cuma bisa bilang itu," singkat ES sambil menangis.

ES sebelumnya, menjadi korban penjualan orang di Malaysia. Awalnya, wanita 16 tahun itu mendapat lowongan kerja dari situs pertemanan facebook.

Namun tak disangka, niat mencari kerja malah berbuah sial. Ia menjadi korban perdagangan orang yang dilakukan oleh lima tersangka, yakni alias YL, Jakin Sudrajat alias JS, M Imronsyah alias MI, Alfian Saputra alias AS, dan Tamrin alias T.

Wakil Direktur Tinda Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra menuturkan ES yang baru lulus SMP itu berniat mencari kerja guna membantu kebutuhan ekonomi keluarga.

Ia pun mencari lowongan kerja di facebook. Alhasil, ia tertarik dengan lowongan kerja sebagai pengasuh bayi di Jakarta.

"Seorang tersangka berinisial YL menawarkan lowongan kerja melalui Facebook," ungkap Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Namun, ES malah 'dijual' ke Malaysia. Ia pun dipaksa bekerja dan diperlakukan tidak manusiawi. Alhasil, ES kabur dari rumah majikannya, padahal ia baru lima hari bekerja.

Menurut Panca, korban diimingi gaji Rp 7 juta per bulan selama bekerja di Malaysia. Namun faktanya, ES malah dieksploitasi.

"Dia ditawari tujuh per bulan. Faktanya dia baru kerja berapa hari terus merasa tidak nyaman karena perlakuan disana," tandas Panca.

Reporter: Hanz Salim

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini