Momen Dramatis Mahasiswa Tewas Tenggelam di Curug Bayan saat Berswafoto

Senin, 3 Desember 2018 11:09 Reporter : Abdul Aziz
Momen Dramatis Mahasiswa Tewas Tenggelam di Curug Bayan saat Berswafoto ilustrasi orang tenggelam. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Aldi Prayogi (18) mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta tewas tenggelam di Curug (air terjun) Bayan, Grumbul Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Minggu (2/12). Saat berswafoto bersama temannya, Aldi terpeleset dan terbawa arus deras.

Aldi tercatat sebagai warga Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Di Banyumas, ia tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Ady Candra menjelaskan di Curug Bayan awalnya korban tengah mandi bersama dua teman kuliahnya, Bagus (18) dan Muliadi (18) pada pukul 15.30. Ketiganya lalu berfoto bersama di Curug Bayan.

"Namun nahas Aldi Prayogi terpeleset di Curug tersebut. Kedua temannya berusaha menolong, namun tidak kuat," kata Ady, Minggu (2/12).

Mendengar adanya kejadian korban tenggelam, pengelola Curug Bayan melaporkan kejadian ke Polsek Baturraden dan menghubungi Tim Tagana Banyumas untuk melakukan pencarian. Pencarian lalu dilakukan dengan melibatkan beberapa organisasi dan lembaga pencarian dan pertolongan.

"Pukul 16.50, korban ditemukan dalam kondisi meninggal," kata Ady.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas I Baturraden untuk divisum oleh Petugas Puskesmas dan Inafis Polres Banyumas. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban pun selanjutnya dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah di RS Margono Soekardjo Banyumas.

Tangan Aldi Terlepas saat Ditolong Temannya

Jernihnya air di Curug Bayan memikat Aldi bersama dua orang rekannya untuk berenang. Pun berswafoto dengan latar belakang air terjun yang tengah bergemuruh. Nahas, mereka tidak mengetahui jika saat itu debit air sedang tinggi-tingginya.

Mahasiswa ITT Telkom Purwokerto asal Borneo, Kalimantan Tengah itu terpeleset dan langsung hanyut terbawa arus. Keriangan pun berubah jadi kepanikan dua rekan yang terus berusaha menyelamatkan Aldi.

Melihat temannya terseret air yang bergolak, dua rekan Aldi berusaha menolong. Mereka pun sempat meraih tangah Aldi.

Sayangnya, arus terlalu kuat. Tangan Aldi terlepas dari dua rekan yang berusaha mati-matian menolongnya.

"Nah kebetulan posisinya agak ke tengah, karena sampai kedalaman sampai di dada. Itu berarti kedalaman satu meter lebih," ucap Ady.

Pengelola dan warga yang mengetahui kejadian ini pun langsung berusaha mengevakuasi korban dengan alat seadanya. Namun, mereka tak berhasil karena debit Curug Bayan yang semakin tinggi.

Kemungkinan besar, hujan terjadi di hulu sungai Jenggala sehingga Aldi, si korban tenggelam dan rekannya tak menyadari ada banjir di sungai ini.

Tubuh Korban Sempat Timbul Tenggelam Sebanyak 7 Kali

Debit air tinggi serta kencangnya arus di Curug Bayan menjadi kendala tim SAR melakukan evakuasi. Korban sempat terlihat timbul tenggelam hingga tujuh kali. Namun, tim SAR tak berhasil meraihnya.

Setelah beberapa kali terlihat timbul tenggelam, di satu kesempatan tepat, secara dramatis seorang anggota tim SAR melompat ke dalam air Curug Bayan, Baturraden dengan pengaman tali saat korban terlihat menyembul.

Akhirnya korban berhasil dievakuasi pada Minggu petang, sekitar pukul 16.55. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Ternyata, peristiwa tenggelamnya pengunjung di Curug Bayan, Baturraden bukan hanya kali ini terjadi. Sepengetahuan Chandra, ini adalah kesekian kalinya terjadi di Curug yang alirannya di hilir dikenal sebagai Kali Pelus, Banyumas ini.

Penyebabnya hampir sama, korban tak menyadari debit Curug Bayan yang meningkat tiba-tiba dan kuatnya pusaran air di Curug ini. Rata-rata tenggelam lantaran tak menyadari pusaran air yang kuat di Curug ini.

"Tahun 2005 ada kejadian. Kemudian ada juga kejadian lain, cuma tidak dilaporkan," dia mengungkapkan.

Karenanya, ia mengimbau agar warga atau wisatawan mewaspadai saat berwisata atau beraktivitas di sungai pada musim penghujan ini. Sebab, ada kemungkinan banjir kiriman yang disebabkan oleh hujan di wilayah hulu Gunung Slamet.

Informasi yang diperoleh Chandra, jenazah akan dimakamkan di belakang Kampus ITT Telkom, Purwokerto, tempat Aldi menuntut ilmu semasa hidupnya. Biaya pemakaman akan ditanggung kampusnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Tewas Tenggelam
  2. Banyumas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini