Moeldoko Sebut Ada Kelompok yang Tak Senang Upaya Jokowi Memajukan Papua

Kamis, 22 Agustus 2019 16:07 Reporter : Merdeka
Moeldoko Sebut Ada Kelompok yang Tak Senang Upaya Jokowi Memajukan Papua Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada kelompok-kelompok yang tak senang melihat kemajuan infrastruktur yang dibangun Presiden Jokowi di Papua dan Papua Barat. Kelompok tersebut terbagi dua yaitu, poros bersenjata dan poros politik.

"Ada kelompok-kelompok tertentu baik itu pergerakan poros bersenjata maupun pergerakan poros politik. Itu justru merasa terganggu dan ada kecemasan yang nyata," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurut dia, kelompok bersenjata merasa terganggu atas meningkatnya kesejahteraan dan perkembangan infrastruktur digenjot pemerintah. Sebab, apabila hal tersebut terjadi maka pengaruh kelompok bersenjata terhadap masyarakat Papua akan berkurang.

"Juga demikian terhadap kelompok poros politik, begitu melihat Papua maju maka dia enggak ada alasan lagi untuk jualan bahwa masyarakat papua termarjinal. Enggak ada lagi," jelas mantan Panglima TNI itu.

Oleh sebab itu, kelompok tersebut kerap kali mengganggu pengerjaan infrastruktur pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah. Moeldoko menilai dua kelompok ini tak senang apabila masyarakat di Papua hidup sejahtera.

"Untuk itu saya bisa mengatakan, ada kecemasan yang nyata atas perubahan Papua yang menuju ke baik karena pembangunan yang telah dilancarkan Pak Jokowi yang luar biasa," tutur Moeldoko.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Senin, 19 Agustus 2019. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum. Tak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura.

Kedua aksi ini ditengarai akibat kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur serta Semarang Jawa Tengah beberapa waktu lalu. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini