Moeldoko: 3 Orang Ditangkap Terkait Penyelundupan Senjata Kacaukan Aksi 22 Mei

Rabu, 22 Mei 2019 11:28 Reporter : Supriatin
Moeldoko: 3 Orang Ditangkap Terkait Penyelundupan Senjata Kacaukan Aksi 22 Mei Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, tiga orang ditangkap terkait penyelundupan senjata laras panjang untuk mengganggu keamanan pada 22 Mei mendatang. Menurut dia, tiga orang itu memiliki peran masing-masing.

"Sebagai kelanjutan dari penangkapan senjata laras panjang, yang pernah saya sampaikan. Saat ini juga telah ditangkap 3 orang sebagai aktornya," kata Moeldoko di kantornya Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Dia mengatakan, peran ketiga orang ini adalah mencari senjata, menyediakan senjata dan eksekutor. "Namanya jelas, ada namanya Asumardi ini mencari senjata. Berikutnya Helmy Kurniawan menjual senjata, dan Irwansyah sebagai eksekutor," ujar dia.

Mantan Panglima TNI ini menyebut masih menyelidiki kasus tersebut. Termasuk pihak yang menjadi sasaran kelompok ini.

"Eksekutor kepada siapa? Saya kira semua sudah tahu, pada pejabat yang sudah disiapkan sebagai sasaran. Ini saya sampaikan kepada publik agar publik paham tentang perkembangan situasi yang saya sampaikan. Agar tidak ada praduga. Ini jenis senjata yang disita oleh Bareskrim dengan amunisinya," tukas dia.

Menurut Moeldoko, ketiga tersangka tak terkait dengan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko. Seperti diketahui, Soenarko ditangkap atas kasus dugaan penyelundupan senjata api. Saat ini Soenarko ditahan di Rumah Tahanan militer Guntur.

"Berbeda, ada lagi yang di belakangnya, sebentar lagi akan terungkap," kata dia.

Dia melanjutkan, ada dua jenis senjata diamankan dari penangkapan ketiga tersangka. Petugas masih menyelidiki kelompok ini.

"Sementara 2, jenis pistol, kita sudah ketahui siapa yang ada di belakangnya, tinggal tunggu waktu nanti," ujar dia.

Dia mengatakan, pengungkapan penyelundupan senjata ini membuktikan adanya indikasi menciptakan penembakan jitu saat terjadi demonstrasi aksi 22 Mei. Menurut dia, upaya kelompok ini membuat kerusuhan saat berlangsung demonstrasi tersebut.

"Apa yang saya sampaikan sejak awal, telah terbukti bahwa ada sebuah upaya sistematis dari kelompok tertentu di luar kelompok teroris, dompleng pada suasana ini. Untuk itu, saya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia untuk tidak melibatkan diri dalam kerumunan massa dan supaya hindari itu. Karena memang ada upaya sistematis untuk membawa suasana ini menjadi suasana yang tidak baik," pungkas dia.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini