Modus Sebar Foto Syur, Remaja Asal Lampung Cabuli Anak di Bawah Umur

Rabu, 30 Desember 2020 19:30 Reporter : Moh. Kadafi
Modus Sebar Foto Syur, Remaja Asal Lampung Cabuli Anak di Bawah Umur Ilustrasi kekerasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pria berinisial RR (19) asal Lampung ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, Bali, lantaran melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur. Modus yang digunakan pelaku adalah menyebarkan foto syur korban.

"Polres Buleleng berhasil mengungkap kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur," kata Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha, di Mapolres Buleleng, Bali, Rabu (30/12).

Peristiwa pencabulan terjadi pada Kamis (24/12) sekitar pukul 13.00 WITA, di sebuah penginapan di Jalan Pulau Obi, Gang Bima, Kabupaten Buleleng, Bali. Korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui aplikasi WhatsApp.

Selanjutnya, Selasa (22/12) pelaku dan korban berpacaran. Setelah itu, pelaku meminta kepada korban untuk berfoto dengan tidak menggunakan pakaian atau telanjang. Kemudian, pada saat itu korban mengiyakan keinginan pelaku dan berfoto dengan telanjang dada.

Setelah itu, pada Rabu (23/12) pelaku mengajak korban untuk ketemuan. Namun korban tidak mau, setelah itu korban memblokir nomor WhatsApp pelaku.

Selanjutnya, pelaku marah dan pelaku mengirim foto telanjang dada tersebut ke story WhatsApp. Lalu handphone pelaku yang satunya merekam story tersebut dan mengirimkan ke korban.

"Hal itu membuat korban takut dan membuka blokir handphone pelaku, pada saat itu korban menyuruh pelaku agar tidak menyebarkan foto tersebut dan menghapus story tersebut, dan diiyakan oleh pelaku," imbuhya.

Kemudian pelaku mengajak lagi korban untuk bertemu pada Kamis (24/12) sekir pukul 12.00 WITA. Namun setelah bertemu, pelaku mengajak korban ke penginapan yang beralamat di Jalan Pulau Obi, Gang Bima, Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali.

Sesampainya di sana, pelaku menyewa penginapan. Di sana pelaku mencabuli korban. Kemudian, korban melapor ke Polres Buleleng.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh penyidik, adalah memeriksa saksi-saksi dan tersangka, mengumpulkan barang bukti, melakukan pemeriksaan visum dan melakukan konseling psikolog terhadap korban," ujarnya.

Pelaku dijerat Pasal 81, Undang-Undang nomor 35, Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencabulan
  3. Buleleng
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini