Modus beri hukuman, pria di Depok sering tiduri anak tirinya

Rabu, 25 Juli 2018 18:07 Reporter : Nur Fauziah
Modus beri hukuman, pria di Depok sering tiduri anak tirinya Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - AG (17) menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah tirinya berinisial S. Siswi kelas XI tersebut sudah 10 kali ditiduri pelaku di rumah kawasan Baktijaya, Sukmajaya Depok. Pelaku kerap mengancam anaknya untuk mengikuti kemauan. Jika anaknya bersalah, pelaku menghukum korban berupa pelecehan seksual.

"Sudah 10 kali (ditiduri). Sejak dua tahun lalu," kata S di Polresta Depok, Rabu (25/7).

Pengakuan S, dia kesal dengan anak tirinya yang kerap berbohong soal uang sekolah. Menurutnya, anaknya sering menggunakan uang bayaran sekolah untuk jajan. "Kalau salah saya hukum begitu (dilecehkan)," akunya.

Selain berbohong soal uang, kata S, anaknya juga kerap berkomunikasi dengan teman pria. Hal itu membuat S tidak suka dan kemudian menghukumnya. "Awalnya cuma buka baju. Kelamaan ya ditiduri," paparnya.

Dirumahnya hanya ada anak tirinya dan satu anak kandungnya. Karena istri sudah lama tidak di rumah. "Istri kerja di hotel. Saya usaha kecil-kecilan," akunya.

Panit PPA Polresta Depok Ipda Tamar mengatakan, pelecehan seksual yang dilakukan S sudah lama terjadi. Pelaku diduga suka dengan anak tirinya. "Pelaku sering menghukum dengan cara memandikan korban. Kemudian korban juga disetubuhi," katanya.

Awalnya korban tidak berani mengadu karena diancam. Lama-kelamaan korban tidak tahan dan mengadu kepada ibu kandung. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polresta Depok.

"Pelaku diancam pasal 81 UU No 35 tahun 2014. Ancaman minimal lima tahun maksimal 15 tahun ditambah sepertiga karena pelakunya adalah keluarga," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini