Modal Rp 60.000, Warga Cipayung Oplos Elpiji 12 Kg Dijual Rp 135.000

Selasa, 22 Januari 2019 12:42 Reporter : Ronald
Modal Rp 60.000, Warga Cipayung Oplos Elpiji 12 Kg Dijual Rp 135.000 Kasus pengoplosan gas elpiji. ©2019 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Enam orang diamankan jajaran Sumdaling Direktorat Reserse Kiriminal Khusus Polda Metro Jaya karena mengoplos elpiji 12 kg dengan tabung gas melon alias 3 kg. Keenam pelaku ADN, LA, RSM, KND, KSN dan YEP memasarkan elpiji oplosan itu ke sejumlah warung kelontong di Jakarta.

Kasubdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, satu tabung gas elpiji 12 kg diisi dengan 4 tabung gas 3 kg. Bermodalkan Rp 65.000 hingga 75.000 dan menjual elpiji 12 kg itu dengan harga Rp 135.000.

"Dari 1 tabung gas 12 kg akan diisi 4 tabung gas 3 kg, modal mereka Rp 60 hingga 70.000. Kemudian mereka jual dipasaran harga Rp 135 sampai Rp 150.000, jadi untuk keuntungan mereka untuk 1 gas ini bisa mencapai Rp 65 hingga Rp 75.000. Makanya mereka sangat tergiur dengan keuntungan yang cukup besar tersebut," kata Ganis di Jalan Mabes TNI Delta 5, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/1).

Pantauan merdeka.com, lokasi penyuntikan tersebut tak jauh dari Mabes TNI, yang jaraknya kurang lebih 200 hingga 500 meter. Kata Ganis, usai lakukan penyuntikan mereka menjual kepada warga sekitar.

"(Menjualnya) ke toko klontong seputar wilayah Jakarta," katanya.

"Gas elpiji kebutuhan pokok tentunya masyarakat langsung membeli saja dan kita nggak tahu itu di situ ada pelanggaran pidana baik untuk tabung gas 3 kilogram dimasukkan ke 12 Kilogram. Yang 3 kilogram subsidi dari pemerintah dan yang 12 Kilogram tidak," sambung Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 62 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal. "Hukuman paling lama 5 tahun penjara," kata Argo.

Sementara itu, warga sekitar bernama bu Putri dan Ria tak tahu akan adanya perbuatan pidana tersebut. Sebab, mereka tak melihat aktivitas yang mencurigakan.

"Saya enggak tau mas (adanya pengoplosan gas). Soalnya orangnya (pekerja) baik-baik enggak ada curiga," kata Ria.

"Kalau setahun yang lalu di sini meledak pernah, gas bocor. Polisi udah ke sini, ya katanya gas bocor. Korban ada satu waktu itu, luka bakar-bakar doang," kata bu Putri. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini