Modal jumbo perampok Davidson di Daan Mogot

Kamis, 22 Juni 2017 07:07 Reporter : Ronald, Robby
Modal jumbo perampok Davidson di Daan Mogot Pelaku Kasus Perampokan Davidson. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Safriil meregang nyawa usai timah panas polisi menembus tubuhnya. Pria 30 tahun ini merupakan otak perampokan terhadap Davidson Tantono di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6).

Dia merupakan kapten dalam kejahatan itu. Perannya mulai dari mengatur strategi hingga mengeksekusi korban jika melakukan perlawanan. Safriil adalah bandit yang menembak Davidson. Sudah tujuh pelaku diamankan, empat lainnya masih buron.

Sebelum dan sesudah menghabisi Davidson, para pelaku berkumpul terlebih dahulu di sebuah apartemen wilayah Jakarta Timur. Polisi mengungkap kalau penyewanya adalah RCL pacar dari kapten.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menyebut komplotan itu saweran sebelum beraksi. Uang patungan cukup besar mencapai Rp 37,5 juta sebagai operasional.

"Uang operasional Rp 37,5 juta. Total semuanya sewa apartemen, rental mobil, dan makan," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (21/6).

Komplotan penjahat ini diketahui merupakan 'pemain lama'. Mereka suda 23 kali beraksi, seperti di Jawa Barat, Jakarta, Bogor dan sebagainya. Baru aksi di Daan Mogot ini menewaskan korbannya.

"Hanya penembakan baru yang kemarin. Namun dari situ kami dalami 24 kali mereka sudah melakukan kejahatan tersebut," ungkapnya.

Dari hasil kejahatan Rp 300 juta pelaku berbagi jatah. Mereka membagikan secara rata ke masing-masing pelaku yang berkisar Rp 14 juta. Uang dipakai untuk beli, seperti TV dan motor. Polisi mengembangkan ke mana saja larinya uang haram tersebut.

"Sisa uangnya juga dibagikan untuk mengembalikan uang patungan yang dikumpulkan para pelaku. Lalu uang hasil dibagi rata, rata-rata Rp 14 juta," katanya.

Iriawan mengatakan Safriil berusaha lari ke Bali bersama kekasihnya bermodalkan uang hasil kejahatannya. Saat ditangkap ditemukan uang Rp 6 juta. Sebelum ke Bali, kata Iriawan, pasangan ini sempat kabur ke Lampung, lalu berpindah ke Bogor hingga akhirnya ke arah Jawa Timur.

"Namun pada saat sampai Banyuwangi, Senin (19/6) malam lalu, kami tangkap mereka," ungkap mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan kelompok Lampung ini merupakan pemain lama. Dalam dua bulan beraksi sebanyak 23 kali mampu meraup Rp 1,5 miliar dari hasil kejahatannya.

"Perampokan yang dilakukan dari kelompok Lampung dipimpin sang kapten ini sudah 23 TKP," ujarnya di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/6). [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini